Ilmu Sosial Ingin Lepas dari Ketergantungan Barat

IMG_20171007_140823
JOGJA – Imperialisme telah mengakibatkan ketergantungan Timur kepada negara-negara Barat. Tak terkecuali di bidang ilmu sosial. Indigenisasi atau pribumisasi diperlukan untuk mengatasi ketergantugan tersebut.
“Indigenisasi menjadi tantangan kita saat ini. Karena itulah kami menggelar konferensi internasional selama dua hari ini,” ungkap Dekan FIS UNY (Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta), Dr Ajat Sudrajat, saat membuka the 1st ICSSED (International Conference of Social Science and Education), di kampus setempat, Rabu (4/10).
Strategi indigenisasi, lanjut Ajat, dengan membangun konstruksi identitas. “Hal ini dilakukan dengan meninjau kembali atau menafsirkan kembali tradisi dan budaya masyarakat setempat,” ujarnya pada konferensi bertajuk ‘Indigenization of Social Science: Facing Challenges of Academic Dependency’ itu.
Pendukung strategi itu mencoba menunjukkan sifat dan atribut yang berguna dalam konsep dan gagasan lokal serta menafsirkannya kembali. “Mereka berpendapat, konsep dan gagasan asli masyarakat setempat dapat menjadi sumber pengembangan teori modern,” tandas Ajat.
Beberapa pembicara pakar dalam konferensi tersebut, antara lain Prof Dr Syed Farid Alatas (Profesor Sosiologi National University of Singapore), Prof Dr Max Lane (Victoria University Australia, fellow in Yusof Ishak Institute Singapore), Prof Dr PM Laksono (UGM), dan Dr Suharno (UNY).
Hadir pula pemakalah pendamping dari perguruan tinggi di Indonesia. Konferensi dilaksanakan dua hari hingga Kamis (5/10), di kampus FIS UNY, Karangmalang Jogjakarta. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan