Indeks Kompetitif Indonesia Menurun

 

 

IMG_20160829_000012
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
Rektor UNY Prof Rochmad Wahab MPd MA salami wisudawan.
JOGJA – Di era terbuka sekaligus memasuki Masyarakat Ekonomi Asean tahun ini, kita perlu mengetahui profil kita sendiri. Merujuk Global Competitive Index, peringkat Indonesia mengalami penurunan pada 2015-2016 ini dibandingkan 2014-2015. Bahkan Indonesia mengalami penurunan hingga tiga level, dari peringkat ke-34 menjadi peringkat ke-37.
Hal itu dapat dipahami seiring kondisi perekonomian kita yang kurang menggembirakan. “Untuk menghadapi tantangan yang makin berat, andalan kita kualitas sumberdaya insani harus terus diupayakan,” ujar Rektor UNY (Univesitas Negeri Yogyakarta), Prof Dr Rochmat Wahab MPd MA, dalam wisuda lulusan S3, S2, S1, dan D3, di kampus setempat, Sabtu (27/8).
Ada beberapa strategi untuk menghadapi kompetisi global, yaitu investasi, pembelajaran, iptek, dan perdagangan. “Di antara strategi itu setidaknya pendidikan-pelatihan dan strategi pengembangan iptek dipandang sangat relevan dengan keberadaan dan kebutuhan setiap insan dalam menghadapi kompetisi,” tutur Rochmat kemudian.
Karena itu, imbuh Rochmat, semua lulusan harus mampu menunjukkan keahlian dan kompetensinya serta dapat menunjukkan kemampuan kompetitif secara global bertumpu pada kejujuran dan integritas diri, serta keikhklasan sehingga hasilnya tidak hanya memuaskan secara material, melainkan juga secara psikologis dan spiritual.
Rochmat juga mengingatkan, dalam menghadapi tantangan MEA pemerintah harus segera bergerak cepat memperbaiki kemampuan kompetitif Indonesia. “Untuk itu semua lulusan harus membuka mata untuk antisipasi. Apa yang bisa dilakukan sehingga bangsa Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga,” katanya.
Peserta wisuda pada periode itu sebanyak 1.966 orang dengan rincian, S3 sebanyak 16 orang, S2 (250), S1 Kependidikan (1.250), S1 Non Kependidikan (263), dan D3 Non Kependidikan (187). Peraih predikat cum laude sebanyak 936 orang.
Nilai tertinggi wisudawan S3 diraih Dr Idwin Irma Krisna dengan IPK 3,90 asal prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, S2 oleh Sella Mawarni MPd dengan IPK 4,00 asal prodi Teknologi Pembelajaran, S1 atas nama Anggraini Pribudi SPd dengan IPK 3,87 asal prodi Pendidikan Teknik Busana, dan D3 untuk Rizki Amalia AMdPas dengan IPK 3,78 asal prodi Pemasaran. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan