Indonesia Kembangkan Molina Untuk Masa Depan

Mobil Listrik: Mengenakan busana adat Jawa, Menristekdikti Muhammad Nasir didampingi Rektor UNY Sutrisna Wibawa, meluncurkan mobil listrik 'Garuda UNY' karya inovasi mahasiswa, di kampus setempat, Jumat (21/6) malam.

Mobil Listrik: Mengenakan busana adat Jawa, Menristekdikti Muhammad Nasir didampingi Rektor UNY Sutrisna Wibawa, meluncurkan mobil listrik ‘Garuda UNY’ karya inovasi mahasiswa, di kampus setempat, Jumat (21/6) malam.

JOGJA – Seiring perkembangan dan tuntutan zaman, Indonesia sudah semestinya mengembangkan Molina (mobil listrik nasional) sebagai kendaraan masa depan. Tidak menutup kemungkinan, tapi saat ini masih banyak kendala yang perlu diatasi untuk mewujudkannya sebagai produk massal.

“Pengembangan mobil listrik telah kita mulai, tapi untuk saat ini masih banyak problem yang perlu diatasi,” ungkap Menristekdikti, Muhammad Nasir, di sela peluncuran mobil listrik inovasi mahasiswa UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), di kampus setempat, Karangmalang Jogjakarta, Jumat (21/6) malam.

Beberapa problem pengembangan Molina, menurut Nasir, ada pada penyediaan baterai, motor listrik, maupun sistem kontrolnya. “Untuk baterai, diharapkan bisa teratasi karena saat ini sudah ada industri untuk memproduksi baterai di Morowali Sulteng dan Halmahera Maluku Utara.”

Saat ini, tutur Nasir kemudian, pengembangan industri baterai tersebut sudah dimulai. Diharapkan sudah bisa menghasilkan produk secara besar-besaran pada 2022 mendatang. “Jika industri itu berjalan, problem utama pengembangan mobil listrik bisa kita atasi. Paling tidak, akan mampu menekan harga jual mobil listrik.”

Pemerintah tidak main-main untuk mengembangkan mobil listrik bagi masa depan. Komitmennya jelas. Paling tidak, kemenristekdikti telah menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 120 miliar setiap tahunnya, bekerjasama dengan UI, ITB, UGM, UNS, ITS, dan Universitas Udayana. “Dengan adanya mobil listrik Garuda UNY ini, ke depan UNY harus masuk ke dalam konsorsium tersebut,” harap Nasir lebih jauh.

Harapan Menristekdikti tidak muluk-muluk, memang. Mobil listrik Garuda UNY, karya inovasi para mahasiswa sejak 2017 itu telah menorehkan berbagai prestasi internasional yang tak bisa dianggap remeh. Beberapa kali memenangi berbagai kejuaraan di tingkat Asia. Bahkan, Asia Pasifik.

Selain peluncuran mobil listrik, Nasir malam itu juga mengapresiasi berbagai prestasi, capaian kinerja yang selama ini telah berhasil diraih UNY. Sebelumnya, Rektor UNY Sutrisna Wibawa memang memaparkan sebagian prestasi maupun capaian akademik yang mampu dicapai UNY selama ini.

Masih dalam rangkaian memperingati dies natalis ke-55, UNY malam itu juga menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, mengambil lakon Pandhawa Kridha Nawung Bawana dengan dalang Ki Bayu Aji Pamungkas. Dalam nuansa budaya Jawa itulah, rektor, menteri, serta sejumlah pimpinan UNY mengenakan busana adat. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan