Indonesia Pasar Terbaik Narkoba Dunia

IMG_20170725_112233
 Menpora Imam Nachrawi (tengah baju putih) diapit Kepala BNN Budi Waseso (kanan) dan Pj Sekda DIJ Sulistyo (kiri) di antara perwakilan kader anti-narkoba DIY.
JOGJA – Masyarakat, terutama para pemuda, perlu hati-hati. Indonesia sudah sangat memprihatinkan berkaitan dengan peredaran narkoba. Indonesia menjadi satu negara sebagai pasar terbaik narkoba di dunia. Semua jenis narkoba ada di Indonesia, yang di negara lain belum tentu ada.
“Negara tak bisa berbuat apa-apa jika seluruh masyarakat, terutama para pemudanya, tidak ikut bergerak memerangi narkoba,” ujar Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Komjen Pol Budi Waseso, pada pembekalan dan pengukuhan kader anti-narkoba se DIJ, di Bangsal Kepatihan, Jogjakarta, Jumat (21/7) petang.
Pada acara kerjasama antara Kemenpora dan BNN, itu Budi Waseso yang sering disebut Buwas, di hadapan ratusan kader anti-narkoba pun mengemukakan, keberhasilan BNN menyita satu ton sabu beberapa waktu kemarin ternyata belum ada apa-apanya.
Satu bulan menjelang Puasa, Buwas mengakui, telah kecolongan empat ton sabu masuk ke Indonesia. Itu pun yang lolos pasti lebih besar lagi. Berdasarkan informasi akurat, Tiongkok pada 2016 telah menyiapkan 250 ton sabu khusus akan dipasarkan ke Indonesia. Mereka juga telah memasukkan 1.097,6 ton bahan pembuat narkoba.
“Celakanya, tak satu gram pun dari barang-barang tersebut yang keluar dari Indonesia. Terbukti, negara tetangga, seperti Filipina, Australia, dan lain-lain tak komplain bahwa mereka telah kemasukan barang-barang tersebut dari Indonesia,” tandas Buwas.
Buwas pun menyebut Indonesia bisa dikatakan menyandang spesifikasi nomor satu di dunia karena semua jenis narkoba yang ada di dunia, semua beredar di Indonesia. Amerika Serikat yang cukup terbuka saja tak semua jenis narkoba beredar di sana. Di Kolumbia hanya ada tiga jenis narkoba. Belanda lima jenis. Meksiko enam jenis.
BNN hingga saat ini pun telah mendeteksi adanya 800 jenis baru narkoba di Indonesia. Ini karena Indonesia dianggap sebagai pasar yang sangat baik bagi peredaran narkoba. “Narkoba saat ini tak lagi bisnis semata, tapi sudah mengarah pada penghancuran generasi muda. Kita semua harus mewaspadainya,” tutur Buwas kemudian.
Menpora Imam Nachrawi menyatakan, kini saatnya bagi kita semua untuk melakukan jihad melawan narkoba. “Para kader pasti mendapat pahala karena jihad melawan narkoba sama dengan jihad mempertahankan bangsa dan negara,” tegasnya.
Nachrawi berpesan, para kader yang sudah mendapat pelatihan dan dikukuhkan tidak boleh loyo memerangi narkoba. “Usia produktif penduduk Indonesia jumlahnya sangat luar biasa. Tapi di balik itu, artinya pasar kita bagi peredaran narkoba sangat luas dan terbuka karena sasaran utama narkoba para anak-anak muda,” ujarnya lebih jauh.
Kepada setiap kader pun Nachrawi meminta agar mampu merekrut sedikitnya 25 pemuda lainnya. “Kembalikan marwah bangsa Indonesia dengan menjadikan Indonesia bebas dari narkoba, melalui kiprah kalian,” tandasnya. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan