Industri Ingin Lulusan SMK Lebih Siap Pakai

Mesin: Salah seorang peserta dan petugas di depan satu mesin milik PT Kawan Lama Sejahtera, pada LKS SMK 2019, yang digelar di JEC (Jogja Expo Centre), Jogjakarta, 7-13 Juli 2019.

Mesin: Salah seorang peserta dan petugas di depan satu mesin milik PT Kawan Lama Sejahtera, pada LKS SMK 2019, yang digelar di JEC (Jogja Expo Centre), Jogjakarta, 7-13 Juli 2019.

JOGJA – Kalangan industri menginginkan lulusan SMK lebih siap pakai atau siap kerja. Kompetensi atau skill para lulusan SMK perlu lebih ditingkatkan, terutama ketika harus mengoperasikan peralatan dengan sistem komputerisasi di tempat kerja.

“Selama ini, jika mempekerjakan lulusan SMK, kami harus membekali dengan pelatihan. Paling tidak, selama enam bulan hingga satu tahun,” jelas Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera, Tony Sartono, di sela lomba Metrologi dalam LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tingkat Nasional 2019, di JEC (Jogja Expo Centre) Jogjakarta, Selasa (9/7).

Melalui lomba metrologi yang diparakarsai Kawan Lama, diharapkan para peserta siswa SMK mampu lebih mengenal lagi peralatan atau mesin-mesin yang dipergunakan. “Jika sudah lebih mengenal, nantinya waktu pelatihan yang harus kami berikan bisa lebih pendek lagi. Tidak harus sampai setahun, misalnya,” ujar Tony.

Pada pelaksanaan LKS SMK tahun ini, distributor penyedia peralatan industri teknik dan komersial itu turut berpartisipasi menguji kompetensi siswa SMK untuk lima bidang lomba teknik, meliputi Automobile Technology, Metrology, Welding, CNC (Computer Numerical Control) Milling, dan CNC Turning.

Dari total 32 bidang lomba dalam LKS SMK tahun ini, ada tiga bidang yang pelaksanaannya difasilitasi industri. Salah satunya bidang metrologi yang baru tahun ini dilaksanakan. “Nantinya kami mengharapkan seluruh lomba justru diselenggarakan oleh industri atau asosiasi,” kata Direktur Pembinaan SMK, Kemendikbud, Dr Ir M Bakrun MM.

Kemendikbud menggelar lomba atau kompetisi tahunan tersebut, terutama untuk memotivasi peningkatan kompetensi siswa sesuai kebutuhan pasar kerja di daerah, nasional, bahkan internasional. “Sekaligus sebagai upaya mempromosikan lulusan SMK kepada dunia usaha dunia industri, serta pemangku kepentingan lainnya,” tandas Bakrun.

Lomba kompetensi CNS Milling dan CNC Turning dibagi menjadi uji kompetensi teori dan praktik. Dalam teori, peserta wajib membuat program CAD/CAM sekaligus mensimulasikan program tersebut melalui perangkat lunak yang sudah disiapkan untuk kemudian ditransfer ke mesin CNC.

“Untuk tes praktik, juri akan menilai proses maupun hasil dan aktualisasi program ke proses pembuatan program jadi, melalui mesin CNC,” papar Tony seraya menyatakan, pihaknya juga menggelar workshop berisi diskusi menarik seputar SMK dan dunia kerja. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan