Ini Alasan Jangan Sepelekan Gudang

Indro Prakoso

Indro Prakoso

JOGJA – Persaingan ketat dan semakin banyaknya perusahaan retail di DIJ dan Jawa Tengah membuat para pemangku kebijakan perlu melakukan peningkatan performa dan efesiensi perusahan. Tak terkecuali aktivitas warehousing atau pergudangan.

“Pergudangan memiliki peran penting dalam aktivitas supply chain management serta memiliki banyak ativitas yang kompleks sehingga diperlukan perhatian khusus,” ujar Mahasiswa Magister Teknik Industri FTI UII, Indro Prakoso, kepada wartawan, di kampus setempat, Jumat (16/11).

Untuk mengetahui tingkat performa suatu gudang diperlukan variabel KPI pada model Frazelle yang mempresentasikan seluruh aktivitas dalam gudang, meliputi receiving, putaway, storage, order picking, dan shipping guna mendapatkan skor atau nilai kinerja gudang, analisa, dan benchmarking untuk usulan perbaikan yang dimungkinkan.

Untuk melihat tingkat efisiensi digunakan model DEA. “Untuk menghitung batas efisiensi yang diukur dari performansi relative dari beberapa unit berbeda, disusun menggunakan data pengamatan input dan output serta diolah menggunakan software Lingo 11.0,” tandas Indro.

Menggunakan empat objek penelitian pada empat gudang perusahaan retail yang berada di Jogjakarta dan Jawa Tengah, Indro mampu menghitung nilai performa gudang masing-masing swalayan yang diteliti. Sekaligus tingkat efisiensi gudang-gudang tersebut.

Untuk usulan perbaikan performa gudang diberikan secara umum dan khusus bagi setiap gudang yang diteliti, dengan mengurangi aktivitas yang tidak perlu. “Untuk peningkatan efisiensi gudang, diusulkan perbaikan target dengan meningkatkan variabel output order picking serta mereduksi variabel input receiving dan storage,” katanya.

Untuk menigkatkan performa gudang, berdasarkan hasil penelitian, Indro memberikan usulan agar melakukan perbaikan terus menerus pada setiap aktivitas yang berjalan pada gudang. Seperti, diperlukannya peningkatan pemberdayaan, penggunaan alat bantu, peningkatan standar kualitas, dan ketelitian untuk meningkatkan performa atau kinerja gudang.

Gudang juga dapat melakukan benchmarking dengan perusahaan yang lain yang lebih unggul. “Untuk gudang yang memiliki nilai tinggi, harus tetap melakukan instrospeksi dan perbaikan. Untuk gudang atau DMU yang tidak efisien, diperlukan perbaikan target,” saran Indro kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan