Ini Alasan PDI Perjuangan DIY Optimis Pileg dan Pilpres

Bambang Praswanto (kanan) dan Eko Suwanto

Bambang Praswanto (kanan) dan Eko Suwanto

JOGJA – Menimbang berbagai indikasi, PDI Perjuangan DIY optimis mampu meraup suara pada Pileg (Pemilu Legislatif) dan Pilpres (Pemilu Presiden) sesuai target. Untuk Pileg, partai Banteng Moncong Putih itu menargetkan 31 persen dan 71 persen pada Pilpres untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jokowi yang sudah lebih berpengalaman berkuasa dan hasilnya sudah bisa dinikmati menjadi salah satu dasar optimisme kami meraup suara sebesar itu,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto, di sela Rakorda PDI Perjuangan DIY, di Jogjakarta, Sabtu (22/9).

Pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-JK di DIY hanya mampu meraih 55,58 persen suara. Tapi untuk Pilpres 2019 besok, PDI Perjuangan optimistik 71 persen suara. Meski tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin bersama delapan partai pengusung lainnya hanya menargetkan 70 persen.

Ada beberapa alasan sehingga PDI Perjuangan Optimis. “Pada Pilpres sebelumnya, Jokowi merupakan pendatang baru tapi sekarang sudah lebih berpengalaman. Pendukung Jokowi waktu itu juga hanya empat partai, tapi sekarang ada sembilan partai ditambah ratusan kelompok relawan,” tutur Bambang kemudian.

Untuk Pileg, PDI Perjuangan menargetkan 31 persen suara dengan tambahan satu kursi di masing-masing tingkat pemilihan. “Untuk DPR Pusat, misalnya, jika pada 2014 lalu hanya dua kursi maka untuk Pileg 2019 tambah satu sehingga menjadi tiga kursi,” jelas Bambang.

Sedangkan untuk tingkat daerah, PDI Perjuangan menargetkan tambahan satu kursi untuk masing-masing dapil (daerah pemilihan). Dengan begitu untuk suara total di DIY ditargetkan 72 kursi plus 15 kursi. “Karena itu pula rakorda ini digelar guna konsolidasi sekaligus merapatkan barisan di antara seluruh kader PDI Perjuangan se DIY,” papar Bambang lebih jauh.

Wakil Ketua PDI Perjuangan DIY bidang Komunikasi Politik, Eko Suwanto mengemukakan, komitmen PDI Perjuangan merawat keistimewaan DIY, serta semakin akrabnya kader partai dengan sosial media menambah optimisme untuk meraup suara sesuai target. “Seratus persen caleg asal PDI Perjuangan juga tak ada yang mantan napi korupsi, narkoba, maupun kejahatan seksual pada anak,” tandas Eko.

Rakorda itu sendiri dihadiri oleh seluruh pengurus DPD PDI Perjuangan DIY, DPC, PAC dan seluruh caleg yang diusung oleh PDI Perjuangan, meliputi delapan caleg DPR RI, 55 caleg DPRD DIY, serta 230 caleg untuk DPRD kabupaten Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta.

“Secara resmi rakorda dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Mohammad Prakosa dan pengarahan oleh Idham Samawi, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kaderisasi dan Ideologi,” jelas Eko seraya menyatakan, PDI Perjuangan DIY juga telah bertekad akan menyajikan pemilu yang bermartabat, berbudaya, tidak saling menjelekkan demi Indonesia yang lebih baik. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan