Ini Cara Ampuh Kembangkan Generasi-Z

Gen-Z: (kiri-kanan) Primanita Setyono, Noor Endah Cahyawati, Yuli Agusti Rochman menjelaskan program UII SAP Next-Gen Chapter, di kampus FE UII, Kamis (12/4).

Gen-Z: (kiri-kanan) Primanita Setyono, Noor Endah Cahyawati, Yuli Agusti Rochman menjelaskan program UII SAP Next-Gen Chapter, di kampus FE UII, Kamis (12/4).

JOGJA – Ada cara berpikir yang berbeda dari Gen-Z, generasi-Z, atau anak-anak masa kini yang tak bisa lagi diikuti generasi sebelumnya. Perlu cara pembelajaran berbeda agar anak-anak generasi masa datang itu bisa berkembang optimal. FE UII bekerjasama dengan beberapa pihak merancang sebuah pembelajaran atau pelatihan guna menyiapkan anak-anak itu menghadapi industri atau dunia kerja mereka di masa datang.

“Berbagai cara pembelajaran bisa dikembangkan. Tapi pada prinsipnya, apa pun profesinya, semuanya harus berbasis data. Karena itu pengenalan big data sangat penting. Sekaligus dengan analisis solusinya,” tutur Dirut Global Prima Utama UII, Noor Endah Cahyawati SE MSi, saat mengenalkan program UII SAP Next-Gen Chapter, kepada wartawan, di kampus FE UII (Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta, Kamis (12/4).

Noor juga mengatakan, ada ciri menonjol Gen-Z. “Mereka rata-rata penuh dengan ide-ide besar, mengejutkan, dan pandai. Tapi karena kepandaiannya itu pula mereka kurang gigih. Kemudahan dan penguasaan teknologi juga ikut andil. Mereka cepat berganti ke cara lain atau ide lain ketika ide-ide sebelumnya menemui hambatan.”

Karena itulah Gen-Z memerlukan pendampingan. Bagaimana, pun pandai saja tidak cukup. Perlu lambaran akhlak, atau secara umum ada kearifan lokal yang perlu mereka pahami. “Pendampingan juga diperlukan agar karier atau profesi mereka ke depan lebih terarah sehingga potensi diri yang mereka miliki bisa berkembang secara optimal,” tutur Noor Endah kemudian.

Guna menyiapkan Gen-Z agar mereka lebih mengenal dunia industri secara lebih awal, Jurusan Akuntansi FE UII menggelar semacam pelatihan dalam bentuk games atau permainan dan kompetisi. “Simulasi bisnis dalam games dan kompetisi itu tak lagi kami berikan kepada siswa SMA dan mahasiswa, tapi kita tarik lebih ke awal, kepada siswa SD dan SMP,” ujar Direktur ERP Competence Center UII, Dra Primanita Setyono MBA Ak CA.

Melalui program UII SAP Next-Gen Chapter, lanjut Primanita, akan dikenalkan simulasi bisnis kepada siswa SD, SMP, dan SMA. “Sebagai pendamping adalah para mahasiswa yang sebelumnya telah kami latih. Melalui games dan kompetisi, nantinya para siswa itu diharapkan mampu mencari solusi berdasarkan data yang ada.”

Bukan hanya simulasi keberhasilan, namun simulasi itu juga menyediakan pilihan kegagalan. “Jadi tidak hanya menunjukkan cara untuk berhasil dan bisa mengambil keuntungan maksimal, namun juga menyiapkan opsi kegagalan. Dengan demikian analisis data yang akan mereka pelajari bisa lengkap,” jelas Primanita lebih jauh.

Program yang sejatinya membentuk young thinkers, itu meliputi Junior Coding untuk siswa SD, Analytics Dashboard dan Business Games bagi siswa SMP dan SMA/K. “Kelebihan proses pembelajaran tersebut, memahamkan bagaimana teknologi menaikkan efisiensi kerja, menaikkan kesuksesan pembelajaran sehingga mudah dimengerti, meningkatkan penelitian, dan inovasi,” tandas Primanita.

Ketua Prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII, Yuli Agusti Rochman ST MEng mengemukakan, bagi para mahasiswa, program ini sekaligus mengenalkan ide-ide dan kultur dunia kerja sejak bangku kuliah. Paling tidak, menjembatani antara dunia kampus dengan industri. “Sejak beberapa tahun lalu, UII telah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan multinasional maupun UKM di sekitar kampus sebagai tempat magang bagi para mahasiswa. Melalui cara itu mahasiswa pun bisa menyalurkan ide-ide besar mereka kepada industri,” paparnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan