Ini Dua Tantangan Pendidikan Tinggi Saat Ini

Wisuda: Rektor UNY Sutrisna Wibawa mewisuda salah seorang lulusan cum laude, pada upacara wisuda, di GOR kampus setempat, Sabtu (18/8).

Wisuda: Rektor UNY Sutrisna Wibawa mewisuda salah seorang lulusan cum laude, pada upacara wisuda, di GOR kampus setempat, Sabtu (18/8).

JOGJA – Tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks dan menuntut persiapan serta pemikiran sangat serius. Setidaknya terdapat dua tantangan besar. Perubahan yang cepat dan non-linear akibat bergulirnya suatu masa yang sering disebut sebagai Era Disrupsi dan Era Revolusi Industri 4.0, serta persaingan lebih ketat lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja.

“Saudara harus tetap memperhatikan pentingnya penguasaan teknologi, teknologi digital, serta bahasa asing. Merespon perubahan tersebut, Saudara harus memiliki mindset yang terbuka terhadap perubahan dan adaptif yang sering disebut dengan growth mindset,” pesan Rektor UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd, kepada wisudawan Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma, di GOR UNY, Sabtu (18/8).

Wisudawan sebagai lulusan pendidikan tinggi, imbuh Sutrisna, harus selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan bersiap menghadapi tantangan besar yang terjadi di era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Karakteristik lulusan di Era Revolusi Industri 4.0, antara lain mempunyai kompetensi terintegrasi mencakup competence for digital business, competence in globalization, dan competence in future.

Hal lain, mempunyai kompetensi inti keilmuan yang kuat, dan mempunyai Soft Skills yang kuat meliputi kemampuan melakukan Critical Thinking, kemampuan bertindak secara kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik, serta mampu melakukan kerjasama dan berkolaborasi dalam berbagai bidang tugas.

Pada kesempatan itu, diwisuda sebanyak 1.770 orang dengan rincian, 7 orang program Doktor (S3), 208 orang Magister (S2), 1.439 orang Sarjana (S1), dan 116 orang Diploma (D3). Wisudawan yang meraih predikat cum laude atau dengan pujian sebanyak 990 orang atau 55,93 persen, terdiri dari S3 ada 3 orang, S2 (101), S1 (804), dan D3 (82).

Peraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi program doktor (S3) Dr Warju dengan IPK 3,94 dari program studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan S3, magister (S2) Riska Septia Wahyuningtyas MPd IPK 4,00 dari Pendidikan Kimia S2, sarjana (S1) Salt Masitoh SIKom IPK 3,94 dari Program Studi Ilmu Komunikasi S1, dan diploma (D3) Niki Novianti AMd Pas IPK 3,91 dari program studi Manajemen Pemasaran D3.

Lulusan tercepat S3 dengan masa studi 2 tahun 8 bulan diraih Dr I Gede Astawan dari program studi Ilmu Pendidikan S3. Untuk S2 dengan masa studi 1 tahun 9 bulan diraih Muhammad Agus Hardiansyah MPd prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial S2. Sedangkan S1 dengan masa studi 3 tahun 8 bulan, Emy Pavitasari SE prodi Akuntansi S1. Sementara D3 dengan masa studi 2 tahun 8 bulan diraih Fiandika Nuanda Sari AMd Akt prodi Akuntansi D3.

Lulusan termuda untuk S3 usia 34 tahun Dr I Gede Astawan prodi Ilmu Pendidikan S3, untuk S2 usia 23 tahun Muhammad Agus Hardiansyah MPd prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial S2, untuk S1 usia 20 tahun 6 bulan diraih Wahyu Widyaningrum SPd prodi Pendidikan Guru PAUD S1, sedangkan D3 usia 20 tahun 3 bulan diraih Fiandika Nuanda Sari AMd Akt prodi Akuntansi D3.

Diwisuda juga tiga orang mahasiswa Afirmasi Papua, masing-masing Veronika Pigome dan Margaretha Agnes Milla Mayor dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris, serta Dieuwertje Hulda S Kapitarauw dari S1 Sastra Inggris. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan