Ini Janji Mendikbud Bagi Guru Di Lombok

O2SN: Mendikbud Muhadjir Effendy (berpeci) pada pembukaan O2SN, di Jogjakarta, Senin (17/9).

O2SN: Mendikbud Muhadjir Effendy (berpeci) pada pembukaan O2SN, di Jogjakarta, Senin (17/9).

JOGJA – Selain menargetkan perbaikan seluruh infrastruktur pendidikan di Lombok rampung hingga enam bulan ke depan, Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) Muhadjir Effendy juga memastikan adanya tunjangan khusus bagi semua guru terdampak gempa di NTB (Nusa Tenggara Barat).

“Pada kunjungan beberapa waktu lalu, kementerian telah memutuskan memberikan tunjangan khusus bagi guru terdampak gempa Lombok,” ujar Muhadjir, usai membuka O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) ke-11, di Sportorium UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Senin (17/9).

Mengenai besaran tunjangan khusus yang diberikan, Muhadjir menyatakan, untuk guru pegawai negeri mendapatkan Rp 1,5 juta dan guru swasta Rp 2 juta. Tunjangan bulanan itu diberikan selama enam bulan penuh. Sampai saat ini, di tahap pertama sebanyak 5.298 guru telah mendapatkan tunjangan. “Sisanya menunggu proses verifikasi di lapangan,” tandasnya.

Dengan pemberian tunjangan khusus, Mendikbud mengharapkan para guru tetap mengajar murid di sekolah-sekolah darurat yang dibangun pemerintah. Sebagai dukungan program ‘Tiada Hari Tanpa Sekolah’ yang dicanangkan bersama dengan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi, kementerian juga memberikan bantuan sebanyak 21 truk peralatan sekolah.

Menjawab wartawan, Muhadjir meminta aparat hukum menindak tegas dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada politisi yang melakukan tindak pidana korupsi dana rehabilitasi sekolah. “Korupsi untuk kepentingan pribadi di tengah suasana duka, sangat tidak bisa dimaafkan,” tuturnya.

Di hadapan 1.928 atlet peserta O2SN dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB seluruh Indonesia, Muhadjir meminta, agar bertanding dengan motivasi dari diri sendiri dan bersikap sportif. Tanpa dimaksudkan sebagai motivasi, tapi Kemendikbud tetap menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi.

“Kita inginkan O2SN menjadi ajang pencarian bibit potensial bidang olahraga hingga membawa nama besar bangsa. O2SN terbukti mampu melahirkan atlet yang di Asian Games kemarin meraih medali emas di bulutangkis. Ke depan, O2SN juga dipersiapkan sebagai ajang pencarian atlet untuk berlaga di Olimpiade 2020. Sebagai dukungan, digelar turnamen sepakbola tingkat SMP yang diikuti perwakilan seluruh provinsi, Oktober mendatang,” paparnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, yang juga Ketua Pelaksana O2SN 2018 mengatakan tema besar yang diangkat tahun ini Aktualisasi Potensi, Bakat, dan Prestasi Siswa. Ajang tahunan sejak 2008 itu diikuti 1.938 atlet disertai 3.485 pendamping dan suporter yang akan memperebutkan 448 medali.

Cabang olahraga yang dipertandingkan, antara lain atletik, bocce, bulutangkis, catur, karate, pencaksilat, dan renang. Mengambil tempat pertandingan tersebar di Kota Jogjakarta, Bantul, dan Sleman, O2SN tahun ini akan berlangsung hingga 22 September 2018. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan