Ini Maklumat Majelis Tabligh PWM Jatim soal Pemilu

Majelis Tabligh: Majelis Tabligh PWM Jatim dipimpin ketuanya Dr Muhammad Sholihin Fanani MPSDM (tengah pegang mic) menggelar Raker IV, di Jogjakarta, 25-26 Januari 2019.

Majelis Tabligh: Majelis Tabligh PWM Jatim dipimpin ketuanya Dr Muhammad Sholihin Fanani MPSDM (tengah pegang mic) menggelar Raker IV, di Jogjakarta, 25-26 Januari 2019.

JOGJA – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menggelar Raker IV, di Jogjakarta, selama dua hari, 25-26 Januari 2019. Diikuti segenap anggota majelis tabligh, raker mengeluarkan beberapa poin Maklumat Dakwah terkait pemilu maupun pilpres.

Tak secara tegas menyatakan dukungan terhadap pasangan capres-cawapres tertentu, Majelis Tabligh PWM Jatim hanya meminta kepada segenap warga Muhammadiyah di Jawa Timur menetapkan dan memilih pasangan capres-cawapres sesuai hati nurani masing-masing.

“Yang jelas, warga Muhammadiyah wajib menyukseskan pemilu 2019 dan turut menjaga agar pemilu berjalan damai, jurdil, dan bermartabat,” ujar Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, Dr Muhammad Sholihin Fanani MPSDM, di sela raker, di sebuah hotel, di Jogjakarta, Sabtu (26/1).

Ia pun menandaskan, masyarakat diharapkan menjadi pemilih yang cerdas, menghindari hal-hal yang bersifat pragmatis dan memilih sesuai dengan hati yang jernih. “Warga Muhammadiyah diharapkan cerdas memilah dan memilih informasi agar tak turut serta dalam penyebaran informasi hoaks yang menyesatkan umat,” kata Sholihin.

Warga Muhammadiyah diharuskan teguh pendirian dan tak terjebak pada politik jangka pendek, hanya untuk 2019 semata, namun harus berfikir jangka panjang. “Pilihlah calon yang mampu menyejahterakan masyarakat demi kemajuan umat,” tutur Sholihin kemudian.

Pada poin maklumat berikutnya, Majelis Tabligh PWM Jatim pun mengajak seluruh masyarakat membangun kehidupan yang rukun, damai, dan religius. “Membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga dakwah Islam di Indonesia untuk kemajuan umat dan bangsa,” tegasnya.

Mubaligh Muhammadiyah diharapkan mengembangkan dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, dan mendamaikan. “Mengharapkan pula kepada media massa mainstream berimbang dalam pemberitaan keagamaan, politik, dan keumatan,” tutur Sholihin lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan