Ini Pelanggaran Lalin Berakibat Fatal

(ki-ka) AKBP Heru Setiawan SH, Winda Nur Cahyo ST MT PhD, Ahmad Arkan Nugraha SKom MAP CHt

(ki-ka) AKBP Heru Setiawan SH, Winda Nur Cahyo ST MT PhD, Ahmad Arkan Nugraha SKom MAP CHt

JOGJA – Pengemudi kunci dalam berkendara aman. Korps Lalu Lintas Polri tak kurang-kurang melakukan tindakan preemtif, namun jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas terus bertambah dari tahun ke tahun. Ironisnya, banyak melibatkan kaum milenial.

“Ada beberapa jenis pelanggaran lalu lintas yang bisa menimbulkan fatalitas, hingga bisa menimbulkan korban jiwa. Dan polri akan selalu menindak tegas terhadap pelanggaran semacam itu,” ujar Kasubdit Gakkum (Penegakan Hukum) Ditlantas Polda DIY, AKBP Heru Setiawan SH, di kampus terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 Jogjakarta, Selasa (30/4).

Jenis pelanggaran lalin (lalu lintas) yang bisa berakibat fatal, imbuh Heru, meliputi berkendara tanpa helm, melanggar lampu merah, melawan arus, tanpa sabuk pengaman, berkendara dalam pengaruh miras atau narkoba, di bawah umur, dan berkendara tak konsentrasi misal sambil menggunakan telepon genggam.

“Terhadap pelanggaran tersebut, polisi tak akan toleran lagi. Pasti akan menindak tegas karena kemungkinan menyebabkan korban jiwa sangat besar. Fakta pun menunjukkan, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas terus bertambah,” tutur Heru kemudian.

Melihat tren tiga bulan pertama tahun ini, Heru memperkirakan, jumlah lakalantas (kecelakaan lalulintas) dengan korban meninggal dunia akan bertambah dibandingkan tahun lalu. Ironisnya, korban meninggal dunia rata-rata berusia 15-35 tahun. “Kaum milenial yang masih dalam usia produktif,” katanya.

Heru pun mengemukakan, hingga Maret 2019 ini jumlah lakalantas di DIY telah mencapai 1.381 kasus dengan 117 orang meninggal dunia. Sebagai perbandingan, jumlah lakalantas di DIY sepanjang 2018 tercatat 4.668 kasus dengan 446 orang meninggal dunia.

“Kami sudah melakukan kegiatan preemtif, kegiatan pencegahan secara maksimal. Seperti melakukan sosialisasi, ceramah-ceramah ke sekolah-sekolah, tapi melihat angka-angka tersebut sepertinya kasus kecelakaan belum akan berkurang,” ujarnya prihatin.

Kanit Human Capital dan Umum. PT Jasa Raharja (persero) Cabang Yogyakarta, Ahmad Arkan Nugraha SKom MAP CHt mengemukakan, pendidikan orangtua terhadap anak-anak mereka merupakan hal utama untuk dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Ketua Prodi Teknik Industri Program Magister FTI UII (Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia), Winda Nur Cahyo ST MT PhD menyatakan, penyebab kecelakaan lalu lintas dapat dilihat dari berbagai aspek.

“Di antaranya manusia yang meliputi fisik maupun psikis, kondisi mesin atau kendaraan, dan desain lingkungan kerja seperti layout dashboard kendaraan, penempatan lokasi rambu lalu lintas, hingga kebijakan-kebijakan berkaitan dengan beban pekerjaan yang melibatkan aktivitas berkendara,” tandas Winda. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan