Ini Pengaruh Medsos Pada Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta.

JOGJA – Banyak orang mencibir ketika mendengar tentang medsos (media sosial). Banyak negatifnya ketimbang hal positif. Tapi ternyata medsos memiliki pengaruh besar pada dunia pariwisata. Paling tidak bagi dunia pariwisata di Daerah Istimewa Jogjakarta. Medsos terbukti mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata.

“Beberapa destinasi wisata di Jogja, namanya menjadi tersebar setelah ada orang yang mengunggahnya di medsos. Pengaruh medsos bagi pariwisata di Jogja cukup signifikan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Aris Riyanta, di sela diskusi forum wartawan DPRD DIJ, di kantor dewan setempat, Rabu (20/12).

Aris pun mencontohkan, destinasi Kalibiru Kulonprogo DIJ banyak menerima kunjungan setelah ada orang yang mengunggahnya di medsos. “Tempat wisata di pegunungan Menoreh itu memang sangat indah untuk swafoto, yang saat ini memang paling digemari oleh wisatawan.”

Begitu pula desa wisata Mangunan di Bantul menjadi dikenal banyak orang seantero negeri setelah viral di medsos. Terlebih, keindahan alam di Mangunan memang sangat patut untuk dikunjungi. “Apalagi setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama beserta keluarga menyempatkan mampir ke lokasi wisata tersebut saat kunjungan ke Indonesia,” tutur Aris kemudian.

Terakhir, bukit Breksi di Sleman menjadi tujuan wisata paling populer di Indonesia. Itu juga gara-gara bukit bekas penambangan kapur tersebut banyak diunggah di medsos. “Saya sempat kaget ketika mampir beberapa waktu lalu, tak kurang dari sembilan puluh bus wisata parkir di Breksi. Bagi kami, medsos pengaruhnya memang signifikan,” tandas Aris.

Menjawab pertanyaan seputar jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2017, Aris mengakui, belum sesuai target. Hingga November kemarin, baru 90 persen target terpenuhi. “Tapi saya optimis karena pengalaman dari tahun ke tahun, banyak wisatawan yang menumpuk di minggu ketiga hingga minggu terakhir Desember. Bertepatan dengan liburan sekolah, Natal, dan Tahun Baru.”

Untuk 2017, Dinas Pariwisata DIJ mematok target 385.000 untuk wisatawan mancanegara dan 4,9 juta untuk wisatawan nusantara. “Jadi sebenarnya tidak ada kendala jika kemudian target belum terpenuhi. Berdasarkan pengalaman, kunjungan wisatawan akan ramai pada akhir Desember ini,” jelas Aris kemudian.

Untuk pergerakan uang, perhitungan hingga November, untuk wisatawan mancanegara berjumlah Rp 3 triliun. Wisatawan nusantara, atau wisatawan asal luar DIJ mencapai Rp 7,3 triliun. Wisatawan lokal, alias dari dalam DIJ, pergerakan uangnya sebesar Rp 600 miliar.

Untuk 2018, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan meningkat hingga 10 persen. Sedangkan Aris optimis peningkatan kunjungan wisatawan ke Jogjakarta akan meningkat 10-15 persen. “Saya optimis karena Jogjakarta memiliki banyak atraksi dan itu tersebar di seluruh kabupaten. Tak hanya terpusat di kota. Artinya banyak pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogjakarta,” papar Aris kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan