Ini Pentingnya Milenia Lirik Produk Lokal

Cokelat: Eko Suwanto (kiri) berswafoto sambil menunjukkan cokelat kemasan produk lokal, bersama Anya salah seorang peserta (tengah) dan Farhan.

Cokelat: Eko Suwanto (kiri) berswafoto sambil menunjukkan cokelat kemasan produk lokal, bersama Anya salah seorang peserta (tengah) dan Farhan.

JOGJA – Sudah semestinya jika saat ini anak-anak muda, kaum milenia, mulai memanfaatkan teknologi informasi, teknologi digital untuk hal-hal yang lebih produktif. Banyak produk lokal yang ternyata bisa dikembangkan meski untuk saat ini masih menunggu sentuhan kaum milenia dengan teknologi digitalnya.

“Saatnya menggunakan ponsel pintar tak hanya untuk bermedia-sosial atau hanya untuk posting gambar-gambar yang kurang penting,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, di hadapan anak-anak muda peserta Ayo Cintai Poduk Sendiri, yang diprakarsainya, di Jogjakarta, Sabtu (13/4).

Pada kesempatan itu, Eko mencoba menunjukkan cokelat yang merupakan produk lokal Jogjakarta. “Produk cokelat ini hanyalah salah satu contoh yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya sambil menunjukkan cokelat dalam kemasan yang siap disantap.

Eko yang tahun ini maju lagi sebagai caleg PDI Perjuangan untuk DPRD DIY Dapil kota Jogjakarta itu juga menyarankan, sebagai kaum milenia sudah semestinya terus mengasah kreativitas terutama untuk mengembangkan produk-produk lokal yang ada di sekitar.

“Manfaatkan teknologi digital seoptimal mungkin. Sebentar lagi Jogjakarta akan memiliki bandara baru. Jumlah wisatawan dipastikan akan bertambah. Sayang jika sebagai anak muda tak memanfaatkan peluang itu. Angkat produk lokal. Kembangkan industri kreatif di Jogjakarta,” tutur Eko kemudian.

Salah seorang pegiat pariwisata, Agus Muhammad Zainul Farhan, membenarkan pernyataan Eko. “Kalau nanti wisatawan mancanegara sudah bertambah jumlahnya, jangan biarkan mereka pulang tanpa membawa oleh-oleh khas Jogjakarta. Mulailah berpikir kreatif, sekaligus turut mengembangkan industri kreatif di kota kita tercinta ini,” ujarnya di hadapan anak-anak muda yang datang.

Jogjakarta, menurut Budi Hermanto, sebenarnya memiliki anak-anak muda dengan potensi luar biasa untuk pengembangan industri kreatif. “Untuk ukuran Indonesia, mungkin anak-anak muda kita hanya kalah dengan anak-anak muda asal Bandung,” katanya.

Guna mengembangkan potensi tersebut, pemda maupun legislatif harus menyediakan dan terus mengembangkan infrastruktur untuk memfasilitasi anak-anak muda itu. “Tapi yang tak kalah penting, literasi terkait pemanfaatan ponsel pintar secara optimal. Terus terang, belum semua anak-anak muda bijak memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang ada di dalamnya,” tandas Budi. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan