Ini Pesan Ketua MPR dan DPR Pada Anak Muda

Ketua MPR Zulkifli Hasan

Ketua MPR Zulkifli Hasan

JOGJA – Organisasi kepemudaan Muhammadiyah, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) boleh berbangga. Dua pucuk pimpinan lembaga tinggi negara, Ketua MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) berkenan hadir pada malam puncak peringatan Milad Akbar Ke-54 IMM, di Sportorium UMY, Jogjakarta, Rabu (14/3) malam.

Pada kesempatan itu Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPR Bambang Soesatyo pun menyampaikan pesan penting bagi para kader IMM. Keduanya berpesan agar para kader IMM bisa menjadi pemimpin yang bersih, berintegritas dan terdepan di kalangan generasi muda. “Ada tiga syarat untuk menjadi sebuah bangsa yang besar. Selain ditentukan dari sosok pemimpin yang memimpin negaranya, juga pondasi kokoh yang berasal dari kesatuan masyarakatnya, serta ilmu dan nilai,” ujar Zulkifli.

Untuk memiliki pondasi yang kokoh, lanjut Zulkifli, harus disertai dengan ilmu. Pondasi yang tidak disertai ilmu, pondasi tersebut belum bisa dikatakan sempurna. Kedua hal itu sangat menentukan sikap dari sebuah bangsa yang besar. “Bangsa itu akan maju bila manusianya berilmu,” tegasnya.

Syarat lain, nilai-nilai yang dimiliki sebuah bangsa. “Peristiwa besar tidak pernah ada tanpa sebuah pengorbanan. Demikian pula dengan kesuksesan, butuh pengorbanan untuk meraihnya,” ujar Zulkifli.

Ia juga menyinggung banyaknya pemimpin terutama kepala daerah yang tertangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Sangat disayangkan. Itu suatu kemunduran. “Maka dari itu, jadilah pemimpin yang bersih dan berintegritas bagi kemajuan bangsa Indonesia,” pesan Zulkifli kepada kader IMM.

Bambang Soesatyo juga menyampaikan, kader IMM ke depannya harus menjadi pemimpin terdepan di kalangan generasi muda untuk membangun suasana yang damai. “Kesenjangan sosial dan ekonomi masih banyak ditemukan di masyarakat. “IMM dapat mendorong dan membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan yang mumpuni, menciptakan harga sembako yang bersahabat, menyediakan rumah yang layak, serta hak pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.”

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP yang juga merupakan kader IMM di masanya, mengatakan bila kader IMM merupakan aset bagi Muhammadiyah. Apalagi sudah banyak kader IMM yang terbukti punya potensi lebih. “Kalau kita melihat pemetaan, banyak sumbangan kader yang berpotensi dan bagus. Kami berharap IMM tidak menjadi buih di tengah lautan,” ujarnya.

Seorang pemuda apalagi seorang kader IMM harus memberikan kritik yang berlandaskan dan beralasan. Seluruh kader pun diharapkan banyak bicara di kancah internasional. “Jangan asal mengkritik tanpa landasan dan alasan. Jangan pula mau jika hanya dijadikan sebagai pasukan nasi bungkus dalam perpolitikan nasional,” tandas Gunawan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan