Ini Rahasia DIY Nol Curang UNBK

Kadarmanta Baskara Aji

Kadarmanta Baskara Aji

JOGJA – Selama tujuh tahun berturut-turut belakangan ini, DIY menjadi salah satu daerah yang mampu mencatatkan diri tanpa temuan kecurangan, alias nol kecurangan berkaitan pelaksanaan UN (Ujian Nasional) maupun UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

“Pencapaian istimewa itu bukannya instan. Tidak begitu saja tanpa kecurangan. Kami kondisikan sejak tujuh tahun silam dan awal-awalnya juga berat,” ungkap Kadisdikpora (Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, di kantor dinas setempat, Selasa (28/5).

Bermula dari saran gubernur tujuh tahun silam untuk tidak memberi sanksi kepada sekolah atau kepala sekolah yang tidak mampu meluluskan siswanya 100 persen. “Dengan cara itu, justru mendorong kepala sekolah untuk tidak menghalalkan segala cara,” tutur Aji.

Pada setiap kesempatan senantiasa ditekankan pula bahwa UN harus dihadapi dengan gembira, senang. Dengan begitu, pelaksanaan UN maupun UNBK tak lagi menjadi beban bagi pihak sekolah maupun para guru. “Lagi-lagi, penekanan semacam itu mendorong sekolah untuk tidak menghalalkan segala cara,” ujar Aji kemudian.

Kepada 20 sekolah dengan nilai UN/UNBK terendah, dinas juga akan langsung melakukan perlakuan khusus. Misalnya dengan peer teaching, guru di sekolah tersebut akan menjalani pelatihan dengan guru di sekolah yang lebih sukses. Atau didatangkan guru tamu di sekolah itu. “Secara tidak langsung, cara seperti itu juga akan mendongkrak prestasi sekolah yang sebelumnya kurang baik,” papar Aji.

Aji pun mengemukakan, bukan hanya pihak sekolah. Segenap siswa di DIY pun, menunjukkan sikap istimewa. Bahkan istimewa plus. “Lebih dari jujur. Jika mereka memperoleh bocoran soal, terlepas itu benar atau salah, bukannya memanfaatkan tapi justru melaporkan,” katanya.

Karena itu, belakangan ini tag name ‘pengawas’ tidak ada lagi tapi diganti dengan ‘fasilitator’ meski tupoksinya juga pengawas. “Pengubahan tag name itu ternyata membawa dampak positif secara psikologis. Siswa maupun guru pun merasa dipercaya dan justru tak lagi ada niat berbuat curang,” jelas Aji.

Berkaitan dengan hasil UNBK jenjang SMP/MTs, Paket B/Wustha, dan SMPLB yang akan diumumkan Rabu (29/5), secara rata-rata untuk DIY mengalami peningkatan. Pada 2017/18 nilai rerata di DIY mencapai 249,84 untuk matapelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Pada 2018/19 menjadi 258,26. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan