Ini Rahasia Empuk Dan Tidak Amis Di Bale Bebek

bale bebek
JOGJA – Warung atau kedai bebek di Jogjakarta barangkali tak terhitung jumlahnya. Tapi hanya satu dua yang benar-benar menawarkan sajian bebek olahan. Sebagian besar daging bebek hanya dibakar dan digoreng, kemudian bermain-main dengan aneka jenis sambal. Berbeda dengan Bale Bebek yang sejak awal memang menawarkan sajian olahan daging bebek.

“Kami juga hanya menawarkan sembilan menu olahan bebek. Tidak perlu banyak agar lebih fokus dan konsumen tidak bingung ketika harus memilih menu,” ungkap Direktur Bale Ayu Group, Yudi Ono, di Bale Bebek, Nitikan, Jogjakarta, Rabu (11/10).

Bale Bebek yang menjadi salah satu rumah makan di bawah manajemen Bale Ayu Group, itu sebelumnya bernama Roemah Boemboe dengan menawarkan tak kurang dari 15 menu olahan bebek. “Tapi konsumen malah bingung. Berdasarkan masukan mereka pula, akhirnya kami hanya fokus dengan sembilan menu yang menjadi favorit konsumen,” tutur Yudi.

Sembilan olahan bebek yang ditawarkan, antara lain bebek trasi, goreng madu, spesial pedas, barbeque, dan bumbu woku yang merupakan kuliner khas Manado yang berkuah dan pedas. “Kendati fokus pada menu olahan, tapi kami juga menyediakan sambal korek yang tingkat kepedasannya bisa dipesan sesuai selera konsumen,” tandas Yudi.

Kedai yang terletak kurang dari satu kilometer arah utara terminal bus Giwangan Jogja itu juga menjamin daging bebek yang mereka sajikan pasti empuk dan tidak amis. “Ada rahasianya, memang. Agar daging bebek bisa empuk dan tidak berbau amis,” ujar Willy, juru masak kedai berkapasitas 120 orang itu.

Chef yang telah berpengalaman belasan tahun itu pun dengan sukarela mau berbagi rahasia. “Agar tidak amis bahkan berbau apeg, daging bebek direndam dulu menggunakan jeruk nipis. Jika masih kurang, bisa ditambah rempah-rempah yang agak banyak. Untuk lebih meyakinkan, daging brutunya bisa dipisahkan karena memang bagian ekor bebek itu banyak memproduksi minyak dan bau apeg,” tutur Willy kemudian.

Sedangkan agar daging bebek bisa empuk, sebenarnya tidak ada rahasia besar di baliknya. Cukup dipresto. “Kami memang memiliki central kitchen khusus untuk mempresto daging bebek sebelum diolah. Ternyata itu juga mempersingkat waktu saat harus mengolah menu. “Kami menjamin setiap menu yang dipesan akan tersaji di meja konsumen tak kurang dari lima belas menit,” timpal Yudi.

Untuk memperkenalkan kepada masyarakat, saat pembukaan pada Jumat – Minggu (13-15/10), pukul 18.00-20.00 WIB, Bale Bebek menawarkan semua menu bebek seharga Rp 10.000 dari yang biasanya Rp 24.500. “Kedai kami juga menyediakan spot swafoto yang sangat menarik,” ungkap Arfina, Marketing Manager Bale Ayu Group. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan