Ini Ternyata Pemain Industri Berjangka Di Jogjakarta

Dewi Diananingrum

Dewi Diananingrum

JOGJA – Potensi transaksi perdagangan pada industri berjangka di Jogjakarta ternyata cukup besar. Perusahaan pialang RFB (PT Rifan Financindo Berjangka) telah membuktikannya. Lalu, siapa saja masyarakat yang menjadi pemainnya?

“Sebagian besar masih pengusaha, memang. Tapi, beberapa para orangtua yang anaknya sedang kuliah di Jogja. Cukup unik,” tutur Pimpinan Cabang RFB Jogjakarta, Dewi Diananingrum, di kantor cabang perusahaan tersebut, Jalan Laksda Adisutjipto Jogjakarta, Selasa (21/5).

Sebagai Kota Pelajar, lanjut Dewi, beberapa nasabah yang ia miliki merupakan para orangtua yang tinggal di luar Jogja, yang kemudian menginvestasikan dana mereka ke RFB atas nama anak mereka yang sedang kuliah di Jogja.

“Jumlahnya tidak besar, memang. Tapi, yang seperti itu ada. Mereka berasal dari beberapa kota besar di Jawa, seperti Surabaya, Solo, Semarang. Bahkan ada pula yang dari Pontianak, Kalimantan,” ungkap Dewi kemudian.

Total volume transaksi di RFB Jogja, menurut Dewi, cukup menggembirakan. Pada Q1 (kuartal pertama) 2019 ini telah mencapai 14.371 lot dengan aset senilai sekitar Rp 16 miliar. “Cukup bagus, sehingga kinerja cabang kami di Jogja ini berada pada peringkat keenam dari sembilan cabang di seluruh Indonesia,” ujarnya seraya mengemukakan, RFB selain Jogja juga memiliki cabang di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Medan, Pekanbaru, dan Palembang.

Secara nasional, RFB juga membukukan kinerja cukup bagus pada Q1 2019 ini. Total volume transaksi meroket naik 32,41 persen menjadi 365.796 lot dibandingkan Q1 2018 sebesar 276.265 lot. Dari angka-angka itu kontribusi transaksi bilateral mencapai 81,80 persen dan tumbuh mengagumkan dari jumlah transaksi sebesar 58,35 persen atau 299.206 lot.

Atas pencapaian itu, RFB kembali berada di urutan pertama dari seluruh perusahaan pialang berjangka di Indonesia berdasarkan data Bursa Berjangka Jakarta dengan penguasaan pangsa pasar hingga 18,47 persen.

Bertekad terus memperbesar dan memperkuat seluruh sumberdaya yang dimiliki, Dewi optimis, target 1,5 juta lot hingga akhir 2019 akan tercapai, dengan komposisi 1,1 juta lot untuk volume transaksi bilateral dan 400.000 lot untuk volume transaksi multilateral. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan