Insan Pariwisata Optimistik Di 2019

Yetty Martanti dan Edwin Ismadi Himna

Yetty Martanti dan Edwin Ismadi Himna

JOGJA – Mengulang sukses tahun lalu, Dinas Pariwisata Kota Jogjakarta beserta segenap pemangku kepentingan pariwisata setempat, kembali menggelar Jogjavaganza, 12-16 Februari 2019. Mempertemukan antar-pihak pelaku pariwisata dari dalam kota dan luar kota. Insan pariwisata di kota Jogja pun optimistik jumlah kunjungan wisata akan meningkat di 2019.

“Adanya bandara baru, moda transportasi kereta api yang makin bagus, serta mudahnya akses ke kota Jogja, antara lain menjadi dasar optimisme kami jumlah kunjungan wisata ke kota Jogja akan meningkat di tahun ini,” ujar anggota Asita DIY, Edwin Ismadi Himna, yang juga Ketua Panitia Jogjavaganza, di Balaikota Jogjakarta, Kamis (7/2).

Edwin optimistik jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara akan meningkat secara signifikan. Perkiraan tak akan kurang dari 30-40 persen peningkatannya. Jumlah kunjungan wisata ke kota Jogjakarta pada 2018, tercatat empat juta orang dengan 400.000 orang di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Meski masih didominasi wisatawan asal pulau Jawa dan merupakan siswa sekolah, namun rombongan korporat yang menggelar gathering maupun studi banding dari luar pulau Jawa juga tak kalah bagusnya. “Terlebih nanti jika bandara baru sudah beroperasi dan dipastikan akan ada penerbangan langsung dari maupun ke berbagai daerah yang selama ini belum terjangkau penerbangan,” tutur Edwin kemudian.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogjakarta, Yetty Martanti SSos MS mengemukakan, gelaran Jogjavaganza akan dihadiri tak kurang dari 130 agen perjalanan dari berbagai daerah. “Mereka akan kami pertemukan dengan seratusan agen asal kota Jogjakarta, untuk kemudian bertransaksi,” katanya.

Jogjavaganza tahun ini memang lebih mengutamakan wisatawan domestik asal pulau Jawa. “Sehingga kami terutama akan mengundang agen atau biro perjalanan yang selama ini sudah sering membawa rombongan siswa sekolah ke kota Jogja,” jelas Yetty.

Mereka, imbuhnya, akan dipertemukan dengan para pelaku wisata asal kota Jogja, seperti hotel dan restoran, pusat oleh-oleh, pengelola destinasi wisata, dan lain-lain. “Yang jelas, kami akan tunjukkan destinasi baru maupun destinasi lama yang saat ini sudah diperbarui di kota Jogja,” papar Yetty.

Diawali welcome dinner, hari berikutnya, Rabu (13/2), panitia akan mengajak para buyers asal luar kota Jogja itu untuk bersepeda menyusuri beberapa destinasi wisata. “Sekaligus menikmati suasana kota Jogja yang saat ini sudah diperbarui, seperti kawasan Kotabaru, Tugu, Malioboro, Pasar Ngasem, dan banyak lagi,” tutur Yetty.

Selain mempertemukan para pelaku wisata kota Jogja dengan yang berasal dari luar kota, dan meningkatkan jumlah wisatawan, Jogjavaganza diharapkan juga akan memperpanjang length of stay atau lama tinggal wisatawan.

“Kota Jogja itu memang agak unik. Karena akses yang mudah, jarak destinasi yang tak terlalu berjauhan, dan keunikan lain, lama tinggal wisatawan di kota Jogja sepanjang 2018 memang hanya dua hari. Tentu, dengan bertambahnya lama tinggal, belanja wisatawan pun dipastikan akan meningkat,” harap Yetty kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan