Internasionalisasi Keharusan Bagi Perguruan Tinggi

JOGJA – Saatnya perguruan tinggi Indonesia tak hanya melahirkan lulusan yang minim keahlian serta sulit diterima di pasar kerja internasional. Kerjasama internasional guna mengembangkan internasionalisasi pendidikan pun menjadi keharusan.
“Untuk itulah diperlukan penguatan kelembagaan bagi Kantor Urusan Internasional di tiap perguruan tinggi,” ujar Kepala KUI UKDW (Kantor Urusan Internasional – Universitas Kristen Duta Wacana) Jogjakarta, Arida Susyetina SS MA, di sela lokakarya penguatan kelembagaan KUI, di kampus setempat, Sabtu (29/10).
Keberadaan KUI, lanjut Arida, sangat penting karena menjadi garda terdepan internasionalisasi pendidikan satu perguruan tinggi. Antara lain dengan menjalin banyak kerjasama internasional dalam bentuk kolaborasi riset dan program akademik, pertukaran mahasiswa, staf maupun dosen, serta membuka program pendidikan internasional.
“Dalam beberapa tahun terakhir, peran penting dan fungsi KUI dalam mengembangkan kerjasama internasional untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi sudah semakin dimengerti dan dipahami. Pun pengembangan strategi kerjasama dengan universitas mitra internasional yang harus selalu diperbarui, menarik, dan komunikatif,” jelas Arida kemudian.
UKDW yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program hibah PKKUI (Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional) Ditjen Dikti sejak 2012 membuktikan, program tersebut terbukti mampu mempercepat pengembangan KUI UKDW dan memantapkan langkah untuk meningkatkan daya saing global pergruan tinggi Indonesia.
Kerjasama internasional yang terjalin, tandas Arida, pun harus berbasis kesetaraan, hubungan timbal balik dan saling menguntungkan untuk mendorong terwujudnya sinergi dan kesepahaman antar-pihak. Untuk KUI, upaya penatalaksanaan manajemen menjadi penting, khususnya dalam membangun jejaring, menganalisis kebutuhan dan persoalan berkaitan dengan pengembangan kapasitas KUI sendiri,” paparnya.
Rektor UKDW, Ir Henry Feriadi MSc PhD mengatakan, sudah sewajarnya jika perguruan tinggi di Indonesia saling berbagi ilmu dan pengalaman terkait pengembangan KUI. “Itu menjadi langkah terbaik dan tercepat untuk saling memperbaiki dan meningkatkan peran KUI, di tengah tuntutan zaman termasuk juga bagi dunia pendidikan yang semakin besar,” tegasnya.
Pemetaan kompetensi perlu dilakukan guna mewujudkan perencanaan program, manajemen dan pendanaan, serta teknologi informasi dan komunikasi. “Kerjasama internasional UKDW saat ini tengah fokus pada wilayah Asia, terutama melalui program Kuliah Kerja Nyata internasional,” tutur Henry lebih jauh. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan