Investor Lokal Mulai Kuasai Pasar Modal

Irfan Noor Riza

Irfan Noor Riza

JOGJA – Catatan per April 2018 menunjukkan, investor lokal alias dalam negeri mulai menguasai perdagangan saham di pasar modal. Cukup menggembirakan setelah sekian lama investor asing yang justru mendominasi. Dalam lingkup DIY, perkembangan perdagangan saham pun juga sangat menjanjikan. Banyak kalangan muda yang mulai tertarik dengan investasi saham.

Kepemilikan saham sebesar 51,38 persen kini sudah di tangan investor lokal. Sisanya milik orang asing. “Persentasi itu sangat menggembirakan. Meski jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk masih sangat sedikit, namun perkembangan itu menunjukkan masyarakat mulai melek terhadap perdagangan maupun pentingnya investasi saham,” ujar Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Yogyakarta, Irfan Noor Riza, kepada wartawan, di Jogjakarta, Senin (11/6).

Peningkatan jumlah investor retail untuk saham di Jogjakarta, lanjut Irfan, sangat menjanjikan. Secara nasional, perkembangan Yogyakarta termasuk lima besar dari 29 kantor perwakilan BEI yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Pada 2009, jumlah investor di Yogyakarta hanya tercatat 900-an orang. Meningkat tajam, hingga jumlah itu telah mencapai 35.992 orang pada Mei 2018.

Kendati jika dibandingkan dengan jumlah penduduk DIY, jumlah investor saham itu hanya sekitar 10 persen namun hal itu sudah menunjukkan masyarakat DIY mulai melek terhadap pentingnya investasi saham. Semuanya tak terlepas dari keberadaan galeri investasi yang tersebar di 35 perguruan tinggi di Yogyakarta. “Kami juga rutin mengadakan sekolah pasar modal bagi siapa pun yang tertarik. Sejak Januari hingga Mei kemarin, sudah ada sekitar dua ratus orang tercatat sebagai peserta,” papar Irfan kemudian.

Bahkan kantor BEI Yogyakarta akan memulai Galeri Edukasi bagi siswa SMA. Sebagai percontohan, akan dimulai di lima SMA. Meliputi SMAN 5 Yogya, satu SMA Muhammadiyah, satu MAN, SMA Pangudi Luhur, dan SMAN 1 Muntilan. “Target kami bukan menjadikan para siswa itu sebagai investor, tapi agar mereka mengetahui dan memahami tentang pasar modal sehingga kelak mereka akan menjadi investor saham yang andal,” jelas Irfan.

Secara umum, Irfan mengemukakan, fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat. Kondisi itu pula yang diyakini menjadi salah satu pendorong sehingga masyarakat mulai tertarik untuk menginvestasikan dana mereka dalam bentuk saham. Lebih kurang 74 persen perusahaan yang terjun di pasar modal pun mencatatkan laba, sehingga lebih meyakinkan masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk saham.

Hanya saja, pihaknya selaku pemangku kepentingan akan tetap mengantisipasi tiga hal pada 2018 ini. Masing-masing pembayaran pajak, piala dunia, dan pilkada. “Tahun ini merupakan batas pembayaran pajak. Juga ada gelaran sepakbola Piala Dunia, serta pilkada serentak. Bagaimana pun tiga hal itu akan menyerap dana masyarakat cukup besar. Tapi, kami optimis itu tidak akan lama. Dalam waktu singkat, situasi pasti akan kembali normal,” papar Irfan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan