IRI Diyakini Bisa Bantu Pengelolaan BUMD

IMG_20170506_183344
PEKANBARU – Guru Besar dari Universitas Riau, Prof Dr B Isyandi MS meyakini konsep ekonomi baru Indonesia Raya Incorporated (IRI) yang digagas Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) bisa diaplikasikan untuk membenahi pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia. Termasuk Provinsi Riau yang  selama ini pengelolaan dan pengembangan BUMD-nya tidak berjalan baik. 
     “IRI secara sistematis akan melaksanakan perekonomian berdasar Pasal 33 UUD 1945,” kata Prof Isyandi MS, terkait dipresentasikannya ekonomi IRI dalam “Economic Operation (Icon) IV dan E-Dov Festival” di Pekanbaru, Riau, (3/5). Acara dihadiri ratusan perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi dari 32 perguruan tinggi se-Indonesia.  
      Dalam acarai bertajuk “Ekonomi Berdikari” ini tampil pula pembicara AM Putut Prabantoro (Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa) dan Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri (Ketua Umum PPAD).
    Prof Isyandi mengakui selama ini upaya mengembangkan dan mengelola BUMD di Riau lemah. Sebagian BUMD di Riau tidak berjalan baik, seperti halnya Bumi Siak (PT Bumi Siak Pusako, Red). “Sekarang perusahaan itu hanya memproduksi minyak yang jumlahnya tinggal belasan ribu barel saja,” tunjuknya.
     Untuk itu ke depan dibutuhkan manajemen pengelolaan BUMD yang baik, transparan, akuntabel di Riau. Menurut anggota tim ahli IRI ini, salah satu yang bisa dipraktikkan adalah IRI, yakni sebuah konsep mengawinkan BUMN dan BUMD.
    Diakui,  selama ini Pemprov Riau terlihat belum memiliki arah kebijakan pengelolaan sumbet daya migas yang jelas dan baik. Karenanya, dalam rangka kemandirian pengelolaan sumber daya alam, konsep IRI ini patut diimplementasikan agar bisa berdikari di bidang energi.
    Ketua Jurusan FE Universitas Riau itu menyampaikan, melalui kegiatan tersebut mahasiswa FE Universitas Riau ingin mencoba melakukan pengenalan diri di tingkat nasional. Salah satunya dengan membuat lomba karya ilmiah kemahasiswaan tingkat nasional. Sebanyak 32 perguruan tinggi diundang untuk hadir dan melakukan presentasi karya untuk dilombakan. Karya-karya tersebut berupa proposal ekonomi di bidang industri, pertanian, dan lainnya.  Selain lomba karya ilmiah, juga digelar seminar. Kegiatan lain adalah kesenian dan bazar. Ini merupakan kegiatan tahunan dan telah dibuka oleh Dekan FE Universitas Riau, Kamaliah.
    Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Ekonomi FE Universitas Riau, Rahmat Rahmadhan berharap, melalui kegiatan tersebut mahasiswa bisa ikut memikirkan konsep ekonomi berdikari. Selain itu, mahasiswa diharapkan bisa lebih berani untuk tampil ke tingkat nasional dan internasional, dalam menawarkan konsep-konsep ekonomi.
    Putut menyampaikan, sistem ekonomi IRI sudah direkomendasikan oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk segera dibawa ke Presiden Jokowi karena diyakini dapat diimplementasikan serta sesuai dengan arahan pemerintah. Sistem ekonomi  tersebut didukung penuh oleh tim ahli ekonomi dari 14 perguruan tinggi terkemuka dari seluruh Indonesia serta Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD). (*/bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan