Istana Negara Pun Akan Dilengkapi RPM

JOGJA (jurnaljogja) – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) hingga kini sudah memasang enam alat radiation portal monitor (RPM) di Pelabuhan Belawan, Bitung, Makassar, Tanjuk Priok dan Tanjung Perak dan pelabuhan Batam.
    “Dalam waktu dekat kita akan memasang RPM di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang,”kata Kepala BAPETEN Prof Jazi Eko Istiyanto di Yogyakarta, Kamis (28/4).
Menurut dia, selama enam tahun terakhir pihaknya turut serta berperan aktif dalam upaya peningkatakan infrastruktur keamanan nuklir. Di antaranya dengan proses ratifikasi the international convention for the Suppression of Acts of Nucleer Terroism (ICSANT) menjadi UU 10/2014. Selain itu, sebagai pengusul PP 54/21012 tentang Keselamatan dan Keamanan Instalasi Nuklir.
     Terkait dengan penguatan keamanan nuklir di Indonesia, Delegasi RI (Delri) dipimpin langsung oleh Wapres Yusuf Kalla, disebutkan  telah menghadiri KTT Keamanan Nuklir pada 31 Maret-1 April lalu di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam kesempatan, Prof Jazi juga menjelaskan bahwa Presiden  Jokowi melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) RI telah mengeluarkan surat arahan tentang pemasangan RPM dan Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir. Surat tersebut ditandatangani Seskab Pramono Anung pada  April 2016.
Surat pertama bernomor B-201/Seskab/Polhukam/4/2016 berisi arahan Presiden ke Mendagri dan Menhub untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memasang RPM di seluruh pelabuhan Internasional, bandara internasional dan pos lintas batas negara sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan zat radioaktif/bahan nuklir masuk/keluar wilayah Indonesia secara ilegal.
Prof Jazi menilai pentingnya pemasangan RPM di pintu masuk RI, seperti bandara dan pelabuhan inernasional serta pos lintas batas negara. Karena kalau tidak, maka bahaya terorisme nuklir akan masuk dengan mudah ke RI. Dan, itu bisa saja menyebarkan bahan radiaktif/nuklir di tengah masyarakat tanpa diketahui masyarakat sendiri mengingat bahan radioaktif tidak bisa dilihat.
Menurutnya, Istana Negara pun akan dilengkapi RPM supaya keselamatan presiden dan wapres tidak mengkhawatirkan. “Seskab minta kedua Istana, termasuk Istana Bogor dipasangi RPM,” katanya seraya menyebutkan, sejauh ini pengamanan di Istana Presiden baru menggunakan metal detektor maupun X-Ray, yang belum menditeksi adanya bahan radioaktif/nuklir. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan