Jambore Relawan 2016 BPBD Jogja

IMG_20161101_143831
 Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
 
JOGJA – Guna membangun kolaborasi efektif antar-relawan dan lembaga pembina sekaligus memperkuat upaya kesiapsiagaan, meningkatkan keterampilan relawan, pengkayaan informasi tentang penanggulangan bencana dan penguatan jiwa korsa kerelawanan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Jogjakarta menggelar ‘Jambore Relawan Kota Yogyakarta 2016’, di halaman Balaikota setempat, Minggu (30/10).
“Selama satu hari itu sebanyak empat belas komunitas relawan mengikuti lomba Estafet Ketangkasan Relawan dan tak kurang dari seribu orang mengikuti Apel Gelar Relawan,” ujar Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Bayu Wijayanto.
Lomba Estafet Ketangkasan Relawan berupa lomba kekompakan dan kecekatan personil relawan dalam halang rintang, PPGD, simpul tali, mengendarai motor roda-3, manajemen logistik, dan mendirikan tenda, yang merupakan keterampilan relawan dalam penanganan bencana.
“Sedangkan Apel Siaga melibatkan semua perwakilan aparatur pemerintah dalam bidang kebencanaan seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Ketertiban, Dinas Sosial, Dinas Kimpraswil, TNI, Kepolisian, dan diikuti tiga puluh Komunitas Relawan se Kota Yogyakarta,” tutur Bayu kemudian.
Setelah melalui penjurian yang diketuai Komandan Kompi Pemadam Kebakaran BPBD Kota Yogyakarta, Mohammad Farid, tampil sebagai juara lomba Ketangkasan Relawan, berturut-turut Juara 1 hingga Juara IV, Komunitas SER Indonesia, Warutama, CODE-X, dan Relindo JOGJA.
Walikota dalam amanat apel siaga yang dibacakan Kepala Pelaksanan BPBD Kota Yogyakarta, Drs Agus Winarto, mengatakan, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) sudah merilis saat ini sudah memasuki musim penghujan dengan cuaca ekstrim. Masyarakat harus waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. Mulai dari banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, tanah ambles, dan jalan licin. “Karena itu seluruh BPBD kabupaten dan kota sampai dengan komunitas relawan, juga di tingkat kampung, perlu mempersiapkan diri,” tegas walikota.
Walikota pun menyatakan, Apel Siaga merupakan bentuk kesiapan aparatur dalam menghadapi terjadinya bencana alam di wilayah Kota Yogyakarta pada khususnya, sekaligus bentuk sinergitas potensi dari pemerintah serta semua potensi yang ada di dalam masyarakat, termasuk para relawan. (rul)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan