Jiffina Bidik Seribu ‘Buyers’ Asing

IMG_20170212_174901
JOGJA – Untuk kali kedua Himki (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) DIJ akan menggelar Jiffina (Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia), di JEC (Jogja Expo Centre), 13-16 Maret 2017. Untuk perhelatan tahun ini panitia membidik tak kurang dari seribu ‘buyers’ asing. Naik dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu yang tercatat 449 ‘buyers’ asal luar negeri.
“Kami optimis jumlah pembeli asing itu akan tercapai karena pelaksanaan Jiffina tahun ini merupakan satu rangkaian dengan seri pameran serupa di Tiongkok dan ASEAN. Selain beberapa promosi yang telah kami lakukan di Rusia, Inggris, dan Jerman,” ungkap Ketua Panitia Jiffina 2017, Endro Wardoyo, di Sekretariat Himki DIJ, Jalan Sorogenen Jogjakarta, Senin (6/2).
Untuk transaksi, panitia juga menargetkan terjadi peningkatan. Jika tahun lalu mencapai 75 juta dolar AS, tahun ini panitia menargetkan tembus pada angka 90 juta dolar AS. “Itu merupakan jumlah transaksi on the spot selama pameran dan transaksi berikutnya sebagai tindaklanjut negoisasi antara para peserta pameran dengan buyers,” papar Endro.
Panitia cukup optimistik dengan target-target tersebut. “Selain respon yang sangat luar biasa saat promosi ke beberapa negara Eropa itu, adanya visit factory juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon buyers,” tandas Endro.
Wakil Ketua Bidang Pemasaran Himki DIJ, Agus Imron mengemukakan, visit factory menjadi hal menarik karena calon buyers bisa melihat langsung kesiapan kapasitas produksi, kesiapan desain, dan kesiapan produk itu sendiri,” katanya.
Kendati cukup optimistik, namun hingga awal pekan ini kapasitas kepesertaan masih tersisa 30 persen. “Artinya, dari jumlah anjungan yang kami siapkan, baru terisi tujuh puluh persen. Silakan para perajin UKM yang berencana berpartisipasi segera mendaftarkan diri ke sekretariat kami,” tutur Endro.
Persoalan lain yang masih sedikit mengganjal, minimnya dukungan pemerintah. Terutama pemerintah kabupaten, karena Hamengku Buwono X selaku gubernur DIJ telah menyatakan dukungannya secara penuh. “Saya heran, sepertinya aparat pemerintah daerah kurang wawasan,” kritik pedas Ketua Forum Jiffina Jawa-Bali, Timbul Raharjo.
Padahal, lanjut Timbul, Jiffina merupakan ajang pameran berbasis UMKM. “Artinya, pameran yang diminati banyak buyers asal luar negeri itu bisa menjadi jembatan yang sangat baik bagi pengembangan para perajin UMKM. Terlebih, calon buyers bisa langsung mengunjungi tempat produksi sehingga transaksi kemungkinan akan bisa dilakukan secara lebih intens,” ujarnya. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan