Jiwa Besar Antar Kasiyarno Pensiun Rektor

Jiwa Besar Antar Kasiyarno Pensiun Rektor

JOGJA – Jejak kebaikan akan selalu dikenang orang. Begitulah salah satu kesan yang bisa ditangkap dari pengalaman Dr H Kasiyarno MHum yang selama 12 tahun belakangan menjadi ‘nakhoda’ Universitas Ahmad Dahlan, Jogjakarta. Tertuang dalam buku bertajuk Jiwa Besar, yang merupakan biografi kepemimpinan rektor salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah itu.

“Buku ini merupakan buah kekaguman kami kepada pak rektor (Kasiyarno – red.) selama dua belas tahun menjabat,” ungkap dua orang penulis buku tersebut, Dr Hadi Suyono dan Sule Subaweh, saat peluncuran buku, di kampus UAD (Uiversitas Ahmad Dahlan), Jogjakarta, Selasa (8/10) malam.

Hadi mengharapkan, buku yang berisikan sekelumit kisah hidup Kasiyarno dan pengalamannya selama menjabat sebagai rektor, itu mampu menginspirasi siapapun yang membacanya. “Di dalamnya kami tuliskan berbagai hal maupun latar belakang kebijakan pak Kasi (sebutan akrab Kasiyarno – red.) yang sangat luar biasa hingga menjadikan UAD seperti sekarang ini,” jelas Hadi.

Sebagai salah seorang dosen dan mantan kepala humas UAD, Hadi memang cukup dekat dan sering mendampingi Kasiyarno dalam berbagai kesempatan. Begitu pula Sule yang hingga kini masih menjabat sebagai staf humas. “Buku ini kami persembahkan menandai selesainya tugas pak Kasi sebagai rektor,” ujar Hadi maupun Sule.

Dari seorang dosen biasa, Kasiyarno setahap demi setahap menjadi staf universitas hingga kemudian dipercaya menjabat sebagai rektor pada 12 tahun silam. Selama kepemimpinannya, banyak kemajuan yang telah dicapai UAD. Salah satu contoh, keberhasilannya membawa UAD hingga bereputasi internasional.

“Bukan perkara mudah menulis buku ini. Dari penentuan judulnya saja, kami berdua memerlukan waktu beberapa lama. Begitu rendah hatinya pak rektor sehingga beliau sempat ragu dan merasa kurang pantas menyandang judul Jiwa Besar,” tutur Hadi.

Berbeda dengan Sule, yang menyebut Kasiyarno ibarat sosok yang memiliki tenaga kuda. “Seperti tidak ada lelahnya. Bahkan sesekali, beliau itu masih berada di kantornya hingga pukul sepuluh malam,” ungkapnya seraya mengatakan, banyak hal positif yang bisa dipetik dari langkah maupun berbagai keputusan yang diambil pimpinannya itu.

Beberapa pihak, seperti karyawan, dosen, mahasiswa, bahkan wartawan yang biasa meliput aktivitas UAD, semuanya memberikan kesan baik terhadap kiprah Kasiyarno sebagai rektor. Bahkan di akhir jabatannya, Kasiyarno sibuk melakukan perjalanan ke beberapa negara guna melebarkan sayap kerjasama UAD. Semuanya demi kebesaran UAD. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post

Post Comment