Jogja Harus Tetap Damai

Jogja Harus Tetap Damai

Jogja Harus Tetap Damai

Jogja (jurnaljogja.com) – Citra Jogja sebagai City of Tolerance dan Jogja Berhati Nyaman harus dipertahankan. Jangan sampai citra itu memudar hanya karena ulah ekstremis. Yakni, mereka yang memiliki paham ekstrem. “Kita jaga bersama-sama,” kata Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme KH Muhaimin dalam diskusi bertema Menjaga Jogja Tetap Damai yang diselengarakan di Gedung PWI Jogjakarta Jl Gambiran 45 Jogja kemarin (29/1).

Pengasuh sebuah pondok pesantren di Kotagede itu juga menyerukan akan semua pihak konsen pada munculnya gejala-gejala paham ekstrem. “Memang butuh peran serta semua pihak. Tokoh agama, pemerintah, juga aparat keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, brand City of Tolerance dan Jogja Berhati Nyaman itu akhirnya tidak kompatibel dengan kenyatan. Ini mengingat Jogja sangat terbuka. Mungkin ada mereka yang dari sisi agama belum kuat, lalu masuk ke Jogja dan ditawari paham-paham yang ekstrem. Mereka terpengaruhi, katut (bergabung),” kata Muhaimin. Pernyataan itu merujuk dari adanya ratusan warga di DIY yang terlibat dalam gerakan ekstrem. Termasuk, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang saat ini sedang menjadi isu nasional.

Ketua PWI DIY Sihono HT mengungkapkan, Jogja mutkak dijaga agar selalu damai. “Jangan beri kesempatan bagi siapapun yang memiliki paham ekstrem untuk mengembangkan sayap,” ujarnya. (ssa/sgb)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan