Jogja Jadi Terfavorit Untuk Kuliah

SBMPTN: Sebanyak 43.824 lulusan SMA dan yang sederajat mengikuti utul SBMPTN di lima PTN Jogjakarta, Selasa (8/5).

SBMPTN: Sebanyak 43.824 lulusan SMA dan yang sederajat mengikuti utul SBMPTN di lima PTN Jogjakarta, Selasa (8/5).

JOGJA – Sebanyak 861.000 lulusan SMA dan yang sederajat mengikuti utul (ujian tulis) SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), Selasa (8/5). Sebanyak 43.824 siswa di antaranya mengikuti utul di Jogjakarta. Irjen Kemenristekdikti menduga PTN-PTN di Jogjakarta masih menjadi tujuan utama mereka untuk kuliah.

“Jogjakarta agaknya masih menjadi tervaforit sebagai tempat kuliah. Reputasi Jogja sebagai Kota Pelajar agaknya belum luntur,” ujar Irjen Kemenristekdikti (Inspektur Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Prof Dr Jamal Wiwoho MHum, di kampus UNY, sesaat sebelum bersama lima rektor PTN di Jogja meninjau beberapa tempat utul SBMPTN.

Ia pun menegaskan, trade mark Jogja sebagai Kota Pelajar masih menjadi magnet bagi para lulusan SMA sehingga sepertinya semuanya ingin kuliah di Jogja. “Ini saya kira menjadi tantangan bagi Jogjakarta untuk bisa mempertahankannya,” ujar Jamal didampingi lima rektor PTN di Jogja yang mengikuti SBMPTN, masing-masing rektor UNY, UGM, UIN Sunan Kalijaga, UPN Veteran, dan ISI Jogjakarta.

Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa, yang juga Ketua Panlok (Panitia Lokal) 46 Jogjakarta membenarkan sinyalemen Irjen Kemenristekdikti. “Indikator paling mudah bisa dilihat, pada dua hari kemarin penerbangan ke Jogjakarta sangat penuh. Begitu pula kamar hotel tidak ada yang kosong. Agaknya semuanya ingin mengikuti utul di Jogja. Meski sebenarnya, ujian dari kota mana saja juga bisa,” katanya.

Karena pilihannya PTN yang ada di Jogja, lanjut Sutrisna, banyak yang kurang puas jika tidak mengikuti utul di Jogja. “Tahun ini ada peningkatan lima hingga sepuluh persen jumlah pendaftar SBMPTN di Jogja,” tuturnya seraya menjelaskan, total pendaftar SBMPTN di Jogjakarta tahun ini mencapai 43.824 siswa. Mengalami kenaikan dari tahun lalu yang berjumlah 40.894 siswa.

Dari total pendaftar tersebut, masing-masing 41.979 yang mengikuti ujian tulis berbasis cetak dan 1.845 mengikuti ujian tulis berbasis komputer. Untuk ujain berbasis komputer memang lebih sedikit karena fasilitas komputer yang ada masih terbatas. “Tapi dari hasil peninjauan tadi, fasilitas komputernya sudah cukup bagus. Semuanya berfungsi baik. Ruangannya juga dipersiapkan dengan baik,” ujar Jamal usai meninjau beberapa lokasi utul.

Dari 43.824 pendaftar SBMPTN di Jogjakarta itu, yang memilih ujian untuk kelompok saintek (IPA) sebanyak 18.507 siswa, kelompok soshum (IPS) 21.833 siswa, dan kelompok campuran ada 3.484 siswa. “Hampir sama dengan jumlah pendaftar SNMPTN, rata-rata ada kenaikan lima hingga sepuluh persen jika dibandingkan dengan tahun lalu,” papar Sutrisna sekali lagi.

Berdasarkan daya tampung masing-masing PTN, untuk tahun ini UNY terdapat 56 program studi S1 dengan total kuota 4.690. Kuota untuk SBMPTN sebanyak 1.648 atau 35 persen. UGM terdapat 67 program studi dengan total daya tampung 7.098, kuota SNMPTN ada 2.130, SBMPTN sebanyak 2.842 atau 40 persen, dan seleksi mandiri ada 2.130.

UIN Suka dari 41 program studi, terdapat 17 program studi yang ditawarkan terdiri dari 10 saintek dan 7 soshum, dengan total kuota SBMPTN sebanyak 526 atau 40 persen. UPN Veteran terdapat 21 program studi dengan total kuota untuk SBMPTN 1.214 atau 40 persen. ISI Jogjakarta dari 20 program studi terdapat 17 program studi yang ditawarkan dengan total kuota SBMPTN sebanyak 414 atau 40 persen. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan