Jurnal UAD Terbaik Nasional

 IMG_20170902_084058
Wakil Rektor I UAD Dr Muklas MT (tengah) diapit Tole Sutikno PhD (kanan) dan Dr Hadi Suyono (kiri).
JOGJA – Pencapaian jurnal ‘Telkomnika’ milik UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta sangat mengagumkan. Kemenristekdikti (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) pun menobatkannya sebagai jurnal ilmiah terbaik se Indonesia.
“Kami tidak menyangka tapi sekaligus bangga karena mampu mengungguli jurnal lain terbitan universitas besar, seperti UGM, ITB, maupun UI,” ujar Wakil Rektor I UAD, Dr Muklas MT, di kampus setempat, Kamis (31/8). Turut mendampingi Kepala LPPI (Lembaga Publikasi dan Penerbitan Ilmiah) UAD Tole Sutikno PhD dan Kepala Humas UAD Dr Hadi Suyono.
Keberhasilan Telkomnika menjadi yang terbaik itu mendorong UAD terus mengembangkan jurnal-jurnal lain yang dimiliki. “Kami memiliki tiga jurnal lain milik Psikologi, Farmasi, Informatika, dan Pendidikan. Akan terus kami dorong untuk meningkatkan akreditasinya agar bisa menyusul capaian Telkomnika,” imbuh Muklas.
Muklas pun menyatakan, UAD serius menggarap itu. Sampai-sampai kemudian membentuk satu lembaga, LPPI, untuk mengembangkan jurnal-jurnal tersebut. “Kami mengharapkan keberadaan LPPI mampu mempercepat peningkatan akreditasi jurnal yang ada,” tandasnya.
Telkomnika yang ditetapkan sebagai yang terbaik pada Malam Apresiasi Hakteknas (Hari Kebangkitan TekNologi Nasional) ke-22, di Makassar, 10 Agustus lalu, sempat kejar-kejaran nilai dengan jurnal serupa milik UGM.
“Kami dinilai lebih unggul, antara lain karena sudah terakreditasi internasional A dan penulisnya berasal lebih dari lima negara setiap edisi. Editorial Board berasal lebih dari tiga benua. Juga, sudah masuk indeks Scopus dan tema artikel bervariasi tentang teknologi komputer, informatika, hingga telekomunikasi,” jelas Tole.
Telkomnika yang diterbitkan empat kali dalam satu tahun itu memuat tak kurang dari 50 artikel dalam satu edisi. Diekmbangkan sejak 2003, pada 2010 mengantongi akreditasi B secara nasional dan akreditasi A pada 2013. Pada 2013 itu pula masuk ke dalam indeks Scopus dari penilaian sejak 2011.
Tak hanya Telkomnika, Kemenristekdikti juga memberikan penghargaan Kekayaan Inteletual kepada tiga orang dosen UAD. Masing-masing Tole Sutikno, Ali Tarmuji, dan Herman Juliansah. Penghargaan itu diberikan atas dedikasi mereka terhadap pengembangan Sinta (Science and Technology Index), yang mendokumentasikan karya ilmiah anak bangsa di mana pun mereka berada. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan