Kader PDI Perjuangan DIY Tetap Inginkan Megawati

Rakerda: Sekjen DPP PDIP Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) usai mengikuti Rakerda PDI Perjuangan DIY, di Jogjakarta, Jumat (21/6).

Rakerda: Sekjen DPP PDIP Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) usai mengikuti Rakerda PDI Perjuangan DIY, di Jogjakarta, Jumat (21/6).

JOGJA – Seluruh kader PDI Perjuangan DIY melalui pengurus anak cabang bahkan ranting tetap menginginkan kembali Megawati Soekarnoputri untuk memimpin partai ke depan. Sosok puteri Bung Karno itu masih sangat dibutuhkan terutama sebagai konsekuensi kemenangan di pemilu legislatif maupun pemilihan presiden.

“Secara aklamasi dalam rakerda seluruh ketua pengurus anak cabang mengusulkan Megawati untuk dicalonkan kembali sekaligus dikukuhkan sebagai ketua umum dalam kongres mendatang,” ungkap Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai mengikuti Rakerda PDI Perjuangan DIY, di Jogjakarta, Jumat (21/6). Rakerda merupakan tindak lanjut Rakernas yang baru saja dilangsungkan di Jakarta.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, tidak pernah kekurangan stok pemimpin. Regenerasi sudah built-in di tubuh partai. Tapi di tingkat nasional, sosok Megawati masih tetap diperlukan. “Pada kongres tahun 2015 pun sebenarnya Megawati sudah memberikan kewenangan untuk mengusulkan ketua umum yang baru tapi dinamika politik maupun arus bawah pun masih menempatkan Megawati sebagai sentra kekuatan politik untuk memimpin PDI Perjuangan.”

Pada kesempatan berbicara dengan sejumlah wartawan, itu Hasto juga menyampaikan apresiasi kepada segenap jajaran struktural partai mulai dari Anak Ranting hingga Pengurus Daerah serta seluruh simpatisan maupun relawan yang telah mengantarkan PDI Perjuangan di DIY menunjukkan prestasi membanggakan.

“Sangat mengapresiasi, di tengah munculnya banyak hoaks dan fitnah PDI Perjuangan masih dipercaya memenangi pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Bahkan dua kali berturut-turut untuk Jokowi sebagai presiden. Serta penambahan kursi untuk legislatif di DIY,” tutur Hasto kemudian.

Hasto berjanji, PDI Perjuangan akan mempergunakan kepercayaan itu dan akan terus memperbaiki diri. Terutama untuk PDI Perjuangan DIY akan senantiasa menunjukkan jatidiri sebagaimana kota Jogjakarta yang memiliki tempat tersendiri dalam sejarah revolusi bangsa.

“Berkat kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono IX ketika itu, Jogjakarta mampu tetap menjaga tegaknya Pancasila. Dan hingga saat ini kami terus berdialog dengan gubernur DIY, dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, terutama dalam perencanaan kiprah partai ke depan, sembari tak lupa mendengarkan aspirasi masyarakat. Sekaligus menjaga marwah PDI Perjuangan sebagai partai pelopor,” tandas Hasto.

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto mengemukakan, selain sebagai konsolidasi untuk kongres mendatang, Rakerda dimaksudkan pula sebagai persiapan untuk Konfercab dan Konferda. “Kami memberi waktu dua hari, Sabtu dan Minggu ini, sehingga pada Minggu semuanya sudah siap,” katanya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan