Kali Ketiga UAD KKN Ke Thailand

IMG_20160731_183156

Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja

PelepasaPelepasana KKN UAD di masjid kampus setempat. 

JOGJA – Untuk kali ketiga UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta memberangkatkan mahasiswa ke Thailand untuk program KKN (kuliah kerja nyata) Internasional. Selama sebulan, 3 Agustus – 1 September 2016, sebanyak 38 mahasiswa diberangkatkan guna melakukan pengabdian masyarakat di beberapa sekolah dan desa di Negeri Gajah Putih itu.

“Kalian harus kompak secara interdisipliner karena masyarakat masih memiliki anggapan mahasiswa KKN akan bisa menyelesaikan segala persoalan. Jangan kecewakan masyarakat. Lebih penting lagi, jaga kesehatan selama mengikuti KKN,” pesan Wakil Rektor I UAD, Muklas MT, saat melepas mahasiswa KKN tersebut, di Masjid Kampus UAD, Sabtu (30/7) sore.

Kepala Kantor Internasional UAD, Ida Puspita MARes mengatakan, 38 mahasiswa yang mengikuti KKN ke Thailand akan terbagi dalam lima kelompok. Mereka akan disebar ke lima sekolah di Thailand, masing-masing Sangkhom Islam Wittaya School, Suksasat School, Songserm Sassana Vittaya School, Songserm Vittaya Munniti School, dan Wittayasan School.

“Para mahasiswa itu akan mengajar sesuai program studi masing-masing. Selain bahasa Inggris, mereka juga telah kami bekali dengan bahasa Melayu dan sedikit bahasa Thailand sehingga komunikasi tidak akan menjadi masalah,” jelas Ida kemudian.

Selain mengajar di sekolah, mahasiswa peserta KKN Internasional itu juga akan melakukan beberapa program pengabdian di masyarakat sekitar sekolah. Pun, mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia termasuk keagamaan kepada masyarakat setempat. “Program KKN ke Thailand ini sudah tahun ketiga secara berturut-turut,” tandas Ida.

Kepala Pusat Studi KKN UAD, Rina Ratih mengemukakan, UAD tahun ini memberangkatan 406 mahasiswa melalui beberaa program KKN. Dari jumlah itu 38 mahasiswa berangat KKN ke Thailand, 28 mahasiswa mengikuti program KKN Muhammadiyah Untuk Negeri bersama mahasiswa dari 18 Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia.

Selain itu ada 215 mahasiswa yang mengikuti program KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat yang mendapat hibah dari kementerian, serta 125 mahasiswa mengikuti program KKN reguler keistimewaan. “Mahasiswa KKN PPM dterjunkan ke tiga kabupaten di DIY, Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul. Sedangkan KKN reguler diterjunkan ke Gunung Kidul dan Kulonprogo,” jelas Rina. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan