Kampus Senyaman Teman Bebas Asap Rokok

HTTS: Wakil Rektor Bidang Akademik UMY, Sukamta (tengah), pada puncak perayaan HTTS (Hari Tanpa Tembakau Sedunia) tahun 2019, kerjasama Kemenkes RI dengan MTCC (Muhammadiyah Tobacco Control Center) UMY, di kampus setempat, Kamis (11/7).

HTTS: Wakil Rektor Bidang Akademik UMY, Sukamta (dua kanan), pada puncak perayaan HTTS (Hari Tanpa Tembakau Sedunia) tahun 2019, kerjasama Kemenkes RI dengan MTCC (Muhammadiyah Tobacco Control Center) UMY, di kampus setempat, Kamis (11/7).

JOGJA – Persoalan berkaitan dengan jumlah maupun aktivitas merokok di kalangan masyarakat semakin kompleks dari tahun ke tahun. Sebagai kampus yang berkomitmen untuk ikut menanggulangi permasalahan tersebut, UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) pun mencanangkan program Kampus Senyaman Teman.

“Kami juga membentuk tim satuan tugas demi menyukseskan program Kampus Senyaman Teman yang merupakan singkatan dari kampus sehat, nyaman, tertib, dan aman,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik UMY, Dr Sukamta ST MT, pada puncak perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019, kerjasama Kemenkes RI dengan MTCC (Muhammadiyah Tobacco Control Center) UMY, di kampus setempat, Kamis (11/7).

Satgas Kampus Senyaman Teman terdiri dari seluruh unsur sivitas akademika UMY itu nantinya akan melakukan tindakan-tindakan persuasif, seperti mengkampanyekan dan mengajak sesama temannya agar bisa ikut mengimplementasikan program tersebut.

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menyampaikan, UMY telah konsisten dan lima kali berturut-turut memenangi Green Campus Award. Karenanya UMY sangat fokus dalam kegiatan kebersihan dan kesehatan lingkungan di kampus. “Prestasi akademik sangat berhubungan dengan kesehatan lingkungan kampus,” tegasnya.

Tak hanya tentang bahaya merokok, instrumen program Kampus Senyaman Teman juga memiliki poin penting, meliputi kampus bebas asap rokok, kampus bersih hijau, kampus ramah disabilitas, serta kampus tertib dan aman. “Kami juga mulai memikirkan, arsitektur pembangunan gedung di UMY berkonsep green dan ramah disabilitas,” tutur Gunawan.

Acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia juga diselenggarakan di Jakarta, Bali, dan Bogor. Melalui tema Jangan Biarkan Rokok Merenggut Nafas Kita, dilakukan pula video conference yang menghubungkan empat kota Jakarta, Bali, Bogor, dan Jogjakarta.

Wakil Ketua MTCC, Dianita Sugiyo menjelaskan, hasil Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, dan hipertensi mengalami kenaikan dibandingkan Riskesdas 2013.

Prevalensi kanker naik dari 1,4 persen pada 2013 menjadi 1,8 persen. Stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen, dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. “Kenaikan prevalensi itu berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur,” ujar Dianita. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan