Kasus DB di Kota Jogja Meningkat

IMG_20160826_195320
JOGJA (jurnaljogja.com) – Kasus demam berdarah (DB) di Kota Jogjakarta pada tahun ini dipastikan meningat tajam.  Tahun lalu jumlah kasus DB tercatat 943 kasus dengan korban meninggal 11 orang, dan hingga September tahun ini jumlah kasus DB  sudah mencapai 1.285 kasus dengan 11 kematian.
    ”Biasanya pada akhir tahun cenderung meningkat seiring dengan  intensitas hujan. Jadi,  harus lebih waspada,” ingat Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Jogjakarta, drg Yudiria Amelia, Jumat (14/10).
      Menurut  dia, lonjakan kasus DB sebenarnya tidak hanya terjadi di Kota Jogja namun juga  di wilayah lain di DIJ. Kondisi ini diduga terjadi karena  cuaca yang cenderung basah sejak Januari hingga kini.
     Disebutkan, dalam sebulan rata-rata terjadi peningkatan hingga 100 kasus baru. Sejauh ini, siklus tertinggi terjadi pada Juni dengan 215 kasus baru. ”Khusus September saja ada 109 kasus baru. Padahal masih ada Oktober, November dan Desember,” katanya.
     Dengan peningkatan kasus yang cukup signifikan itu, Yudiria minta masyarakat tidak menyepelekan  DB. Pemkot  Jogja sudah membuat surat edaran terkait antisipasi dengan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Salah satu program yang digalakkan hingga tingkat keluarga, adalah adanya juru pemantau jentik (jumantik) di  tiap rumah.
    Pihaknya  juga akan melaksanakan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) melalui tim kelompok kerja. Tim terdiri dari lintas sektor, dan selama Oktober akan melaksanakan pemantauan jentik di seluruh kelurahan. Dalam kesempatan tersebut, petugas akan melakukan mewawancarai petugas surveilans kelurahan dan petugas Puskesmas serta melakukan sampling terhadap 10 rumah di tiap kelurahan.
    Selain peran serta dari masyarakat, Dinkes juga menyebarkan nyamuk berwolbachia. Bakteri ‘wolbachia’ merupakan sebuah bakteri yang mampu menekan replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk, sehingga  diharapkan dapat menurunkan kemampuan nyamuk untuk menularkan demam berdarah dari satu orang ke orang lain. Di Kota Jogja  terdapat tujuh kelurahan yang bakal disasar ribuan telur nyamuk berwolbachia. Seluruhnya merupakan wilayah Kota  di bagian barat dan selatan. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan