Kaum Milenial Harus Ikut Majukan Bangsa

Muktamar: Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) memukul kenthongan tanda dimulainya Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah, di Sportorium, UMY, Senin (26/11), didampingi Rektor UMY Gunawan Budiyanto, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Gubernur DIY Hamengku Buwono X, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menkominfo Rudiantara.

Muktamar: Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) memukul kenthongan tanda dimulainya Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah, di Sportorium, UMY, Senin (26/11), didampingi Rektor UMY Gunawan Budiyanto, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Gubernur DIY Hamengku Buwono X, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menkominfo Rudiantara.

JOGJA – Kaum milenial, para pemuda yang berusia 17-35 tahun harus berkiprah untuk ikut memajukan bangsa. Di tahun politik ini, pilihlah yang terbaik. Pilihan boleh beda tapi jangan sampai kemudian bangsa ini terpecah-belah karena pilihan yang berbeda.

“Boleh berbeda di TPS (tempat pemungutan suara – red.) tapi setelah itu kita semua harus bersatu untuk memajukan bangsa,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat membuka Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah, di gedung Sportorium, UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Senin (26/11).

Sebagai bagian dari kamu milenia, segenap anggota Pemuda Muhamadiyah harus menjadi bagian dari upaya memajukan bangsa. “Harus berhasil dengan baik tapi jangan hanya di kota-kota besar. Untuk itu kaum muda memang harus bersatu,” imbuh JK.

Di tahun politik ini, pilihan boleh beda. Untuk itu, pilihlah yang terbaik. “Jangan sampai beda pilihan, kemudian terpecah belah. Gunakan hak pilih sebaik-baiknya tapi jangan kemudian merusak upaya untuk memajukan bangsa ini,” pesan JK di hadapan ribuan muktamirin serta penggembira yang memenuhi Sportorium.

Gubernur DIY Hamengku Buwono X menyatakan, memajukan Islam di negeri ini sama saja dengan memajukan Indonesia. “Dakwah harus dilakukan dengan landasan cinta tanah air. Percepat gerak untuk damai guna membangun martabat bangsa,” katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengemukakan, muktamar hanyalah titik pangkal. Lebih penting bagaimana membawa aspirasi maupun inspirasi muktamar untuk menyebarluaskan dakwah yang menggembirakan untuk memajukan bangsa.

Di tengah dinamika politik, lanjut haedar, ada retak akibat politik yang mengeras, karena itu dibutuhkan keteladanan para elit. “Jadikan nilai dasar Islam bukan sekadar sebagai retorika, tapi sebagai pengetahuan yang diamalkan dan selaras dengan perbuatan,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak melaporkan, muktamar yang akan berlangsung hingga Rabu (28./11), diikuti lebih kurang 1.200 orang peserta. Tapi, dengan jumlah penggembira lebih kurang 7.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengambil tema Menggembirakan Dakwah Islam Memajukan Indonesia, Pemuda Muhammadiyah ingin menunjukkan, dakwah Islam itu menggembirakan untuk kemajuan Indonesia. “Kesemuanya itu dilakukan oleh segenap anggota Pemuda Muhammadiyah dengan modal tiga hal, tauhid yang murni, ilmu yang tinggi, dan akal yang banyak,” papar Dahnil kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan