Ke Apotek Tak Harus Beli Obat

IMG_20170315_200330
Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum meresmikan Apotek UAD 2.
JOGJA – Mengembangkan unit usaha, UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta membuka apotek, di Kricak, Tegalrejo, Jogjakarta, Minggu (5/3). Ini merupakan apotek kedua yang dimiliki salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah itu.
“Banyak layanan yang bisa diberikan di sini. Jadi, silakan datang. Ke apotek UAD tak harus beli obat. Bisa konsultasi obat atau konsultasi dengan dokter praktik yang ada. Kami sengaja mengupayakan ‘one stop service’ di apotek ini,” ujar Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum, saat meresmikan apotek tersebut.
Tak seperti biasanya, apoteker di apotek UAD tidak berada di belakang tapi di depan. Dengan begitu, apoteker di sini siap melayani kapan saja. “Berikan layanan dan saran terbaik. Kalau memang tidak memerlukan obat, ya sarankan tidak usah membeli. Berikan saran rasional. Tak semua resep harus ditebus dengan obat,” tandas Kasiyarno.
Dengan pelayanan seperti itu, Kasiyarno meyakini, secara otomatis akan mendatangkan kepercayaan masyarakat. “Hanya melalui pelayanan prima, masyrakat akan percaya. Jangan segan pula bekerjasama dengan apotek lain, misalnya untuk saling melengkapi obat, terutama dengan apotek yang dikelola oleh sesama alumni UAD,” pesan Kasiyarno kemudian.
Wakil Rektor II UAD, Drs M Safar Nashir MSi, selaku Dewan Pengawas Pengembangan Usaha UAD mengemukakan, meski saat ini UAD telah mempunyai satu apotek pendidikan di Jalan Cendana, Jogjakarta, namun dengan tuntutan kebutuhan tempat praktik profesi dan fasilitas pendidikan mahasiswa, maka apotek pendidikan UAD dikembangkan lagi menjadi apotek UAD 2.
“Apotek UAD 2 mulai beroperasi sejak 1 September 2016. Kami mempunyai tiga orang apoteker untuk menunjang pelayanan. Tersedia obat generik dan non generik, dengan obat generik lebih lengkap. Kami juga menyediakan alat-alat kesehatan,” papar Safar.
Sejak Februari 2017 telah dibuka juga pelayanan Dokter Umum setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, serta Dokter Spesial Kejiwaan pada Senin, Rabu, dan Jumat. “Omzet pada Februari ini tiga belas juta rupiah per bulan. Dengan adanya praktik dokter, Maret ini insya Allah bisa mencapai lima puluh juta rupiah,” katanya.
Semoga omzet di bulan-bulan berikutnya bisa terus bertambah hingga bisa menyamai Apotek UAD 1 di Jalan Cendana sekitar Rp 90 juta per bulan. “Semoga kehadiran Apotek UAD 2 ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Semoga selanjutnya Apotek UAD 3 dan seterusnya bisa segera hadir,” tandas Safar. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan