Kejujuran Kunci Kepemimpinan

IMG_20161003_042934
Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja
JOGJA (jurnaljogja.com) – Bagi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr H. Harry Azhar Azis MA, kejujuran adalah kunci kepemimpinan. Karena itu jika disuruh memilih antara dermawan dan pejuang, dirinya tidak memilih dua-duanya.
      “Saya milih orang ketiga, yaitu orang yang jujur karena orang dermawan belum tentu jujur dengan kedermawanannya. Saya tahu orang jujur psti dermawan dan mau berjuang,” katanya saat memberikan kuliah umum bertajuk “Inovasi Manajemen Kepemimpinan Transformatif di BPK RI” di hadapan mahasiswa baru Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY di kampus setempat, Sabtu (1/10).
    Ia menilai penting peran BPK sebagai salah satu lembaga keuangan. Sesuai mandat Pasal 23 E,F dan G UUD 1945, BPK RI bertugas memeriksa pengelolaan dan bertanggung jawab atas keuangan negara. Namun begitu  sebagai lembaga keuangan,  BPK juga memiliki berbagai tantangan terutama dari luar untuk menjadi lembaga yang bersih, transparan dan akuntabel. Untuk menjamin mutu hasil pemeriksaan keuangan negara tersebut, BPK telah memiliki sistem yang memberikan keyakinan memadai untuk menjamin mutu pemeriksaan.
    Menurutnya, perubahan kepemimpinan  menjadi kepemimpinan yang transformatif juga terjadi di BPK. Hal ini tercermin dari rancangan strategis yang dibuat BPK. Inovasi manajemen kepemimpinan di BPK sekarang tergambar pada rencana strategis (Renstra) BPK 2016-2020, yakni BPK menjadi pendorong pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan mandiri serta melaksanakan tata kelola organisasi yang berintegras, independen dan profesional.
     Selanjutnya, Harry memotivasi para mahasiswa. Menurutnya mahasiswa harus tekun belajar hingga mencapai kesuksesan dan tidak menyerah karena satu kegagalan.“Tidak ada tempat bagi orang yang gagal di dunia ini. Orang gagal selalu akan mencari alasan kenapa dia gagal. Sedangkan orang sukses tidak perlu mengatakan kenapa dia sukses. Justru orang lain yang akan mengatakannya. Maka jangan menyerah ketika gagal, cobalah terus berusaha hingga mencapai kesuksesan,” ujarnya. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan