Kejurnas Wushu Perebutkan Piala Presiden

Wushu: Dua atlet wushu DIJ memperagakan keindahan jurus-jurus olahraga itu pada acara penglepasan kontingen wushu DIJ untuk kejurnas tahun ini.

Wushu: Dua atlet wushu DIJ memperagakan keindahan jurus-jurus olahraga itu pada acara penglepasan kontingen wushu DIJ untuk kejurnas tahun ini.

JOGJA – Perkembangan wushu di Indonesia mengalami grafik peningkatan yang signifikan. Prestasi para atletnya pun telah membawa nama harum bangsa. PBWI (Pengurus Besar Wushu Indonesia) tahun ini akan menggelar kejurnas untuk junior maupun senior, di GOR Amongrogo Jogjakarta, 28 Maret – 3 April 2018, memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI dan Piala Raja Sultan HB X.

Sampai saat ini ada 25 provinsi yang telah menyatakan diri akan mengirimkan atlet-atletnya. “Jogjakarta sebagai tuan rumah penyelenggara kali ini menyatakan siap menyambut tamu-tamu dari seluruh Indonesia,” ujar Wakil Ketua I PBWI, Andi S, di Jogjakarta, Jumat (23/3) malam, di sela penglepasan kontingen wushu DIJ untuk kejurnas tersebut.

Secara umum, Andi mengaku bangga dengan prestasi atlet-atlet wushu Indonesia. Sejak organisasi wushu didirikan di Indonesia hingga saat ini, sejumlah prestasi telah ditorehkan para atlet di beberapa ajang olahraga internasional seperti Sea Games, Asian Games, dan Olimpiade, maupun Kejuaraan Wushu Dunia. “Prestasi itulah yang membawa nama Indonesia dikenal di dunia melalui cabang olahraga wushu,” tuturnya kemudian.

Salah seorang panitia, Eunike Martanti mengemukakan, kejurnas itu akan diawali dengan pawai dan kirab budaya menggunakan kereta yang berisi atlet-atlet, lengkap dengan baju daerah masing-masing sepanjang Jalan Malioboro hingga GOR Amongrogo. Setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan kejurnas di GOR Amongrogo dengan menampilkan acara spektakuler perpaduan budaya tradisional dan modern, pada 29 Maret 2018.

Kejurnas dapat disaksikan langsung oleh penonton tanpa dipungut biaya tiket masuk, mulai dari pembukaan 29 Maret hingga 3 April 2018. Pertandingan tiap harinya akan berlangsung mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Wushu merupakan olahraga beladiri yang memadukan seni keindahan di dalamnya. Dalam pertandingannya, wushu terbagi menjadi dua kategori Taolu dan Sanda. Pada taolu menampilkan jurus-jurus seni keindahan seperti changquan, daoshu, gunshu, qiangshu, jianshu, nanquan, nandao, nagun, taijiquan, xingyiquan, baguazhang, shuangjian, chunqiu dadao, serta dulian.

Sedangkan sanda menampilkan teknik pukul, tendangan, dan bantingan yang menggunakan tiga ronde atau babak. Pertandingan sanda dapat diikuti putera atau puteri dengan kategori kelas mulai dari 48 kg hingga 90 kg. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan