Kemendagri Beri ‘Angin Surga’ Ke Kelurahan

Dana Kelurahan: Eko Suwanto (berdiri), di kantor kelurahan Suryatmajan, Danurejan, Jogjakarta, Selasa (8/1), menyampaikan beberapa harapan terkait dana kelurahan yang akan digelontorkan Kemendagri tahun ini.

Dana Kelurahan: Eko Suwanto (berdiri), di kantor kelurahan Suryatmajan, Danurejan, Jogjakarta, Selasa (8/1), menyampaikan beberapa harapan terkait dana kelurahan yang akan digelontorkan Kemendagri tahun ini.

JOGJA – Kementerian Dalam Negeri memberi ‘angin surga’ ke kelurahan. Sedikitnya dana Rp 3 triliun telah disiapkan tahun ini untuk digelontorkan ke seluruh kelurahan di Indonesia. Sudah ditetapkan di dalam APBN tinggal menyusun juklak dan juknisnya.

“Kami harapkan dana kelurahan itu bisa mulai dicairkan pada Maret besok,” tutur Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, di kantor kelurahan Suryatmajan, Danurejan, Jogjakarta, Selasa (8/1), terkait persiapan penggunaan dana kelurahan tersebut.

Untuk DIY, tutur Eko, akan memperoleh dana kelurahan lebih dari Rp 15,8 miliar. Nantinya akan disebar ke 45 kelurahan di kota Jogjakarta dan satu kelurahan di Wates, Kulonprogo. Masing-masing kelurahan akan menerima lebih dari Rp 352,9 juta.

Eko meminta, pada prinsipnya dana kelurahan itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dipastikan pula agar sebisa mungkin dana tersebut diputar di kelurahan itu sendiri. Prioritaskan potensi kelurahan setempat,” katanya.

Guna mendorong kesejahteraan masyarakat, dana tersebut harus mampu menaikkan jumlah lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta perbaikan sarana prasarana.

“Pengangguran dan kemiskinan hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemkot Jogjakarta. Dana kelurahan ini diharapkan mampu membantu mengatasi problem kota tersebut,” tutur Eko kemudian.

Lurah Suryatmajan, Ari Suryani merencanakan, dana kelurahan itu nantinya antara lain akan dipergunakan untuk pengadaan alat pemadam kebakaran karena selama 2018 kemarin terjadi dua kali peristiwa kebakaran di wilayahnya. “Karena itu kami memandang penting pengadaan alat tersebut,” katanya.

Selain itu untuk pemasangan CCTV di sisi barat jembatan Jambu guna meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Juga untuk pemberdayaan masyarakat, terutama kelompok pembatik Sibori, gaya batik Jepang, yang pemasarannya saat ini sudah sampai ke Jawa Timur dan Kalimantan Timur,” papar Ari. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan