Kemenpora Himpun Pemuda Penemu

adianti nurdin - 2-1
Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Dra Adianti Nurdin MA saat meninjau pameran teknologi tepat guna di Yogyakarta, Minggu (26/6).

JOGJA – Pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) mulai serius menghimpun belasan ribu penemuan, terutama yang dilakukan para pemuda, yang saat ini masih tersrak di berbagai daerah. Upaya tersebut teritama dimaksudkan untuk memperpendek jarak ketertinggalan negara kita di bidang teknologi jika dibandingkan dengan negara lain.

“Saat ini sedang dipersiapkan Perpres atau Peraturan Presiden untuk upaya tersebut. Terutama untuk koordinasi antar-kementerian maupun instansi agar nantinya tak terjadi tumpang-tinfih penanganan,” ungkap Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Dra Adianti Nurdin MA, di sela penutupan ‘Pameran Teknologi Tepat Guna’, di Yogyakarta, Minggu (26/6) petang.

Pameran dua hari sejak Sabtu (25/6), itu memang dimaksudkan sebagai pancingan agar nantinya terhimpun berbagai hasil penemuan para pemuda dari berbagai daerah. Kegiatan yang sama telah diawali di Jakarta. Selanjutnya akan digelar di Makasar, Pekanbaru, Bandung, dan akan diakhiri di Palangkaraya bertepatan dengan puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang.

Pameran di Yogyakarta, yang digelar di Sindu Park, itu diikuti 18 stan dengan aneka penemuan mereka. Mulai dari canting elektronik sehingga proses membatik lebih cepat dan bersih, generator tanpa BBM, alat pemecah buah Kemiri, tungku pelebur Alumunium, mobil listrik, dan lain-lain.

“Sebenarnya, ada banyak ragam penemuan di Yogyakarta. Potensi inovasi pemuda pun sangat besar. Yang masih kurang, wadah untuk menghimpun mereka. Serta masalah klasik, pendanaan untuk pengembangan penemuan tersebut. Kami senang jika pemerintah telah mulai memikirkan. salah satunya melalui pameran seperti ini,” ujar praktisi penemu, sekaligus staf di BLPT Yogyakarta, Darsono Yotang.

Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtak Kemenpora, Esa Sukma Wijaya SP MSi mengakui, besarnya potensi pemuda di berbagai daerah. “Secara kasar saja saya bisa mengatakan saat Ini ada belasan ribu penemuan yang terserak di berbagai daerah. Tinggal bagaimana kita menghimpunnya agar kemudian bisa diketahui masyarakat secara luas,” katanya.

Tentu, kemenpora tidak hanya menghimpun namun nantinya juga mempromosikan sekaligus memasarkan hasil penemuan tersebut untuk dikembangkan atau bahkan dipergunakan oleh industri. “Mengembangkan penemuan untuk kemudian bisa diproduksi atau dipergunakan dalam skala Industri, tentu tidak mudah dan tidak murah. Untuk itulah, kemenpora tak hanya menghimpun namun siap pula menjembatani maupun mencarikan investor,” tutur Esa.

Menyadari kenyataan Indonesia sangat jauh ketinggalan di bidang pengembangan iptek dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam, Esa menegaskan, upaya menggali potensi pemuda di bidang penelitian dan penemuan. “Jika tidak, kita akan semakin ketinggalan. Kemenpora akan terus menggelorakan agar para pemuda gemar teknologi,” tandasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan