Kemenpora Targetkan 100.000 Pelatih Tahun Ini

Pelatih: Kabid Peningkatan Mutu Pelatih dan Instruktur Kemenpora, Achmad Arsani (duduk depan dua dari kanan) pada Pelatihan Pelatih Cabor Atletik, di Jogjakarta, 23-27 Juli 2018, sebagai bagian dari program mencetak 100.000 orang pelatih tahun ini.

Pelatih: Kabid Peningkatan Mutu Pelatih dan Instruktur Kemenpora, Achmad Arsani (duduk depan dua dari kanan) pada Pelatihan Pelatih Cabor Atletik, di Jogjakarta, 23-27 Juli 2018, sebagai bagian dari program mencetak 100.000 orang pelatih tahun ini.

JOGJA – Bukan saja tergantung pada atlet, prestasi olahraga pun akan sangat bergantung dengan kepiawaian pelatih. Karena itulah, Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) menggulirkan program mencetak pelatih-pelatih andal melalui serangkaian pelatihan yang dilakukan di beberapa kota.

“Kami menargetkan akan mencetak seratus ribu orang pelatih andal tahun ini untuk berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan dan dilombakan di olimpiade,” ungkap Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pelatih dan Instruktur Kemenpora, Achmad Arsani, kepada wartawan, di sela Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga Atletik, di Hotel UNY, Jogjakarta, Senin (23/7) sore.

Program 100.000 pelatih itu, lanjut Arsani, telah dimulai Februari 2018 kemarin. “Melalui serangkaian evaluasi, kami kemudian menyusun materi maupun kurikulum kepelatihan di tiap-tiap cabang olahraga hingga nantinya akan diperoleh pelatih-pelatih andal di masing-masing cabang olahraga,” jelasnya kemudian.

Mencari jumlah pelatih sebanyak itu, tentu tidak mudah. Karenanya, Kemenpora pun menggandeng sejumlah instruktur maupun guru-guru olahraga untuk bisa dijadikan pelatih. “Kebanyakan guru olahraga kita itu mengajar lebih banyak berdasarkan pengalaman maupun otodidak. Karena itu melalui materi dan kurikulum yang lebih tertata, diharapkan mereka akan menjadi pelatih andal,” tandas Arsani.

Jika tahun ini mencetak 100.000 pelatih, maka pada 2019 programnya akan beralih ke peningkatan pelatih. Mereka akan diberi pelatihan selama satu minggu hingga diharapkan ada peningkatan peringkat. “Pada saatnya nanti kami menginginkan seorang pelatih mampu menghasilkan seorang atlet potensial di cabang olahraga mana pun. Selain, keberadaan pelatih yang merata di seluruh pelosok negeri,” papar Arsani.

Pelatihan bagi pelatih cabang olahraga atletik di Jogjakarta itu akan berlangsung hingga 27 Juli 2018 besok. Diikuti 60 orang pelatih se DIY. Masing-masing Sleman 12 orang pelatih, Kulonprogo (20), Kota Jogjakarta (8), Bantul (12), dan Gunung Kidul (8). Guna menyemangati, dihadirkan pula I Komang Budagama dan I Made Budiasa pelatih juara Lari 100 Meter Junior Dunia, Lalu Muhammad Zohri.

“Selain materi di dalam kelas, para peserta pelatihan juga akan diajak ke lapangan untuk belajar langsung dari para narasumber, praktisi dan akademisi dari daerah maupun pusat. Kami mengharapkan, pelatihan ini bisa menambah ilmu bagi segenap peserta. Hingga nantinya, seorang pelatih mampu mencetak seorang atlet potensial,” ujar Ketua Pelaksana, Yusnan, dalam laporannya.

Turut hadir dan menyampaikan sambutan, Kepala Seksi Olahraga Disdikpora DIY Eko Heru Prasetyo, Kabid Pembinaan Prestasi KONI DIY Rian Rumintuarso, dan Ketua PASI DIY Bambang Dewanjaya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan