Kepala KUI UAD Lolos Seleksi Beasiswa DAAD dan HRK Jerman

IMG_20171005_202434
 Ida Puspita saat mempresentasikan program kantornya, di Jerman.
Dies–training merupakan salah satu program beasiswa DAAD Jerman yang telah dilaksanakan tiga kali sejak 2015. Tahun ini delegasi Indonesia yang terbanyak. Ada lima kandidat, UAD, UI, Univ Syiah Kuala Aceh, Univ Parahyangan, dan Univ Widya Mandala. Menurut informasi DAAD, ada lebih 100 pelamar program beasiswa ini dan hanya 30 yang lolos setelah menempuh seleksi dokumen. Ini menandakan seleksi program ini cukup ketat.
Training berdurasi satu tahun dengan tiga gelombang. Pertama selama dua minggu di Hannover dan Bonn Jerman pada September 2017. Gelombang kedua, satu minggu di India bagi peserta dari Asia, Kenya untuk peserta Afrika, dan Mexico bagi peserta Amerika Latin, pada Maret 2018. Gelombang ketiga di Hannover dan Berlin, Jerman selama dua minggu pada September 2018.
Training bertujuan memberikan pelatihan bagi para penanggungjawab internasionalisasi di perguruan tinggi tentang strategi internasionalisasi yang efektif dan efisien. Keluaran yang diharapkan, salah satunya para peserta mampu menciptakan struktur organisasi kantor urusan internasional yang kuat di masing-masing perguruan tinggi serta menjadi ‘agent of change’.
UAD terpilih dalam kegiatan ini berdasarkan pengalaman UAD di kancah internasional. KUI UAD sudah dikenal memiliki kerjasama internasional cukup luas dalam bentuk meningkatnya jumlah mahasiswa asing UAD dari tahun ke tahun untuk program regular maupun program pertukaran, pun secara rutin menerima hibah kerjasama internasional dari Kemenristekdikti.
Penilaian lain, meningkatnya beasiswa untuk mahasiswa lokal UAD untuk kuliah di institusi mitra di luar negeri melalui program transfer kredit maupun pertukaran pelajar, meningkatnya jumlah kerjasama penelitian dan seminar internasional UAD, serta meningkatnya jumlah permintaan alumni UAD untuk mengajar ke luar negeri.
Ada beberapa kegiatan yang diikuti Ida, di antaranya memberikan presentasi poster gambaran kerjasama internasional UAD dan program yang akan dilaksanakan selama satu tahun selama mengikuti pelatihan.
“Terpilih menjadi salah satu dari tigapuluh kandidat yang lolos dari lebih seratus pelamar merupakan pengalaman luar biasa. Training ini sangat bermanfaat bagi para pengelola kantor urusan internasional untuk lebih baik dalam tatakelola internasionalisasi perguruan tinggi,” tutur Ida.
Keikutsertaan dalam training, imbuhnya, juga dapat dilihat sebagai prestasi KUI UAD yang telah dapat disejajarkan dengan perguruan tinggi lain di level internasional, dengan mendapatkan beasiswa yang cukup prestisius, DAAD Jerman, untuk mempromosikan kerjasama internasional UAD di level dunia.
Manfaat lain yang didapatkan dari program ini, bertambah luasnya jaringan kerjasama UAD dengan perguruan tinggi lain di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin serta terbuka luasnya akses untuk mendapatkan bantuan dari DAAD Jerman.
“Minimal dalam hal dukungan para pakar dunia dalam internasionalisasi perguruan tinggi, dalam bidang student mobility, penelitian, seminar internasional, dan lain-lain,” ujar Ida kemudian. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan