Kerjasama Pemasaran Ulam Tirta dan PETANI

Pemasaran: Pihak Ulam Tirta dan PETANI menunjukkan naskah nota kesepahaman yang mereka tandatangani untuk kerjasama pemasaran, di Jogjakarta, Rabu (25/7).

Pemasaran: Pihak Ulam Tirta dan PETANI menunjukkan naskah nota kesepahaman yang mereka tandatangani untuk kerjasama pemasaran, di Jogjakarta, Rabu (25/7).

JOGJA – Memperluas jaringan pemasaran produk olahan yang dihasilkan, PETANI (Persaudaraan Mitra Tani dan Nelayan Indonesia) DIY menjalin kerjasama dengan Ulam Tirta Resto & Rest Area. PETANI yang beranggotakan ribuan petani dan nelayan di seluruh Indonesia itu memiliki puluhan produk olahan sehat, seperti sayuran organik, ikan segar higienis, sambel pecel Kediri, saos tomat, sirup secang, madu murni, dan sebagainya.

“Pemasaran produk PETANI melalui Warung PETANI yang masih terbilang baru, perlu strategi khusus agar dapat mengenalkannya kepada Masyarakat. Karena itu kami menjalin kerjasama dengan pemilik usaha yang sudah memiliki pelanggan cukup banyak seperti Ulam Tirta ini,” ujar Ketua DPW PETANI DIY, Anggit Bimanyu SP, usai menandatangani nota kesepahaman pemasaran dengan Ulam Tirta Resto & Rest Area, di Jalan Tegal Turi 2 Giwangan, Umbulharjo, Jogjakarta, Rabu (25/7).

Strategi pemasaran dengan cara meminjam traffic dari sebuah usaha yang sudah sukses merupakan cara efektif untuk dapat mengenalkan produk-produk PETANI yang masih terbilang baru. Karena itu, PETANI akan terus mengembangkan jaringan pemasaran dengan pihak lain guna meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sehingga diharapkan terwujud kemandian pangan yang sehat dan berkualitas ke dpannya. “Ini sebagai langkah mewujudkan misi PETANI Gerakan Kaum Muda Bertani dan Bangga Jadi Petani,” tutur Anggit.

Pengelola Ulam Tirta Resto & Rest Area, Arya Aryanto SE, menyambut baik kerjasama tersebut. Pihaknya sangat mendukung kegiatan pertanian berupa pengolahan produk pertanian yang dilakukan DPW PETANI DIY. “Cara ini merupakan upaya mengenalkan dan menumbuhkan rasa bangga serta cinta pada dunia pertanian kepada kaum muda sehingga diharapkan akan tercapai adanya regenerasi petani,” katanya.

Kerjasama awal dilakukan dengan pemberian space outlet penjualan di Ulam Tirta Resto dan Pusat Oleh-oleh Bakpia Soemodigdo di Jalan Ireda Jogjakarta. Tepatnya di utara Pura Wisata. Ke depan akan dibuatkan etalase sendiri. Diberikan pula lahan kosong di sebagian area Pelelangan Ikan Higienis di Tegal Turi, Giwangan, Yogyakarta untuk dimanfaatkan sebagai kebun dan tempat perternakan ikan ramah lingkungan dan sehat.

Tempat tersebut, ke depan, akan menjadi pusat edukasi masyarakat. “Masyarakat dapat belajar sekaligus belanja memetik sendiri sayuran dan produk PETANI lainnya,” ujar Anggit usai penandatanganan nota kesepahaman yang juga dihadiri Sekretaris Wilayah DPW PETANI DIY Asti Irwandiyah, Wakil Sekretaris M Alvin Khoiru, Bendahara Agnes Eni Suryani, dan tenaga ahli lingkungan hidup Peter Michael D. (yul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan