Kesejahteraan Guru Tak Harus Berbentuk Materi

ASN dan Guru: Komisi A DPRD DIY memprakarsai forum diskusi tentang peningkatan kualitas dan kesejahteraan ASN dan guru, di gedung dewan setempat, Jumat (15/2), dengan mengundang perwakilan guru dan ASN, serta narasumber dari BKD dan Disdikpora DIY.

ASN dan Guru: Komisi A DPRD DIY memprakarsai forum diskusi tentang peningkatan kualitas dan kesejahteraan ASN dan guru, di gedung dewan setempat, Jumat (15/2), dengan mengundang perwakilan guru dan ASN, serta narasumber dari BKD dan Disdikpora DIY.

JOGJA – DPRD DIY melalui Komisi A, bersama Pemda DIY melalui BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan ASN (Aparatur Sipil Negara) dan guru. Anggaran untuk itu pun terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.

“Kami bersama pemda terus menjaga komitmen untuk kualitas dan kesejahteraan ASN dan guru. Tentu, itu semua harus disesuaikan dengan kemampuan APBD DIY,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, pada forum diskusi, di gedung dewan setempat, Jumat (15/2).

Mengundang perwakilan guru dan ASN, Eko pada forum tersebut mengemukakan, APBD DIY saat ini hanya berkisar Rp 5,6 triliun. “Itupun sudah termasuk danais atau dana keistimewaan,” tuturnya pada diskusi yang dipandu Albani anggota Komisi A lainya, serta narasumber Poniran mewakili BKD dan Mulyati Yuni Praptiwi dari Disdikpora DIY.

Salah seorang guru senior, Sugeng Sumiyoto mengemukakan, sebenarnya kesejahteraan guru itu tak harus berbentuk materi. “Kenyamanan kerja, lingkungan kerja yang mendukung dan lain-lain, termasuk soal jam kerja dan hak libur, itu semua secara tak langsung juga akan menentukan kesejahteraan guru,” katanya.

Khusus mengenai pendidikan guru, Sugeng mengusulkan, semua guru SMA/SMK tak hanya berpendidikan S1 tapi kalau bisa S2. “Tuntutan profesi di era sekarang, menuntut tingkat pendidikan itu. Paling tidak, agar para guru memiliki wawasan global yang lebih terbuka berkaitan dengan profesionalitas,” tuturnya kemudian.

Menyangkut tingkat pendidikan ASN di DIY saat ini, dari total 11.682 orang ASN, yang berpendidikan S2 ada 941 orang, S1 (7.355), Sarjana Muda (135), D3 (580), D1 dan D2 (195), SMA sederajat (2.024), SMP sederajat (230), dan SD (138).

“Melalui beasiswa pendidikan, ASN yang saat ini memegang ijazah SMA akan kita genjot untuk menjadi S1. Dengan gelar tersebut, akan terbuka bagi ASN bersangkutan untuk menduduki jabatan apapun,” timpal Eko seraya mengemukakan, termasuk peningkatan untuk para tenaga medis dari dokter menjadi dokter spesialis, dan seterusnya hingga DIY akan memiliki ASN yang andal.

Berkaitan dengan insentif bagi guru dan tenaga kependidikan, ujar Yuni, pemda DIY terus berupaya meningkatkan jumlah anggarannya. Pada tahun 2017 sebesar Rp 24,4 miliar. Pada 2018 menjadi Rp 34,1 miliar. Dan pada 2019 ini meningkat lagi menjadi Rp 53,74 miliar. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan