Ketum Muhammadiyah Kini Jadi ‘Pendekar’

Tapak Suci: KGPAA Paku Alam X (tiga kanan) diapit Dr  Haedar Nashir (kiri) dan Afnan Hadikusumo (kanan) usai menerima penghargaan sebagai Pembina Kehormatan PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah, di Pura Pakualaman, Jogjakarta, Sabtu (27/10).

Tapak Suci: KGPAA Paku Alam X (tiga kanan) diapit Dr Haedar Nashir (kiri) dan Afnan Hadikusumo (kanan) usai menerima penghargaan sebagai Pembina Kehormatan PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah, di Pura Pakualaman, Jogjakarta, Sabtu (27/10).

JOGJA – Bertepatan dengan pengukuhan pengurus PP (Pimpinan Pusat) Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2018-2023, di Puro Pakualaman, Jogjakarta, Sabtu (27/10), perguruan silat tersebut menganugerahkan gelar pendekar kehormatan bagi Ketum (Ketua Umum) PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir dan Pembina Kehormatan bagi KGPAA Paku Alam X.

“Pencak silat apa pun bentuknya, pasti merupakan warisan budaya leluhur kita. Karena itu patut kita lestarikan,” ungkap Paku Alam X, di hadapan segenap pengurus dan anggota Tapak Suci, seraya mengucapkan apresiasi dan terimakasihnya usai menerima gelar pembina kehormatan tersebut.

Penghargaan, ujar Paku Alam X kemudian, itu merupakan amanah paling berharga. Karena itu, penguasa Kadipaten Pakualaman tersebut mengaku wajib ikut memelihara dan melestarikan pencak silat. “Selama generasi muda masih mencintai pencak silat, saya optimis tetap akan lestari,” tegasnya.

Afnan Hadikusumo yang dilantik menjadi Ketum PP Tapak Suci Putera Muhamamdiyah mengemukakan, pencak silat bagi Muhammadiyah bukan sekadar beladiri tapi juga sebagai alat dakwah. “Tak mengenal tempat, di mana pun harus seperti itu,” tandasnya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, pencak silat pun bisa dikaitkan dengan bela negara. “Bahkan Tapak suci kini telah berkembang pula di beberapa negara asing, seperti Taiwan, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, Mesir, Jordania, Kuwait, dan masih banyak lagi,” tutur Afnan yang juga anggota DPD RI wakil dari DIY itu.

Pada Asian Games yang baru usai, dua orang anggota Tapak Suci juga masuk sebagai atlet dan salah seorangnya Iqbal Chandra Pratama berhasil menyumbang medali emas dari Klas B Putera. Atas kiprah atlet tersebut, Tapak Suci memberikan tali asih. Termasuk kepada dua orang pelatih yang juga terlibat. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan