KKN Harus Kurangi Kemiskinan

 IMG_20170806_104320
 Segenap mahasiswa UMY peserta kegiatan KKN Periode 2016-2017.

JOGJA – Masih banyak masyarakat di DIJ yang berada dalam kondisi pra sejahtera. Kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa diharapkan mampu ikut mengurangi kemiskinan melalui program-program yang akan dijalankan maupun melalui pemberdayaan atau pengembangan ekonomi masyarakat.

“Kondisi pra sejahtera pada sebagian masyarakat itu antara lain merupakan dampak dari adanya ketimpangan wilayah yang disebabkan dari perbedaan sumberdaya alam dan kondisi geografi,” ungkap Kabid Sosial dan Budaya Bappeda DIJ, Dra Sri Mulyani MSi, di kampus UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Selasa (1/8).

Pada penglepasan 2.999 orang mahasiswa UMY peserta KKN Tematik Periode 2016-2017, itu Mulyani juga menekankan, kepada mahasiswa yang akan berbaur dengan masyarakat melalui kegiatan KKN hendaknya memaksimalkan komunikasi dengan pemerintah setempat karena akan banyak informasi data untuk menjadi salah satu dasar guna pemberdayaan manusia dan membuat program kerja.

Pengurangan kemiskinan menjadi fokus utama Bappeda DIJ sehingga melalui kegiatan KKN UMY ini diharapkan bisa menjadi salah satu bagian dari pengurangan kemiskinan. “Saya sampaikan juga agar kalian bisa menjalankan tugas secara bertanggungjawab dan maksimal. Kemudian harus menjadi agen perubahan serta mempunyai inovasi untuk diterapkan di lokasi KKN,” pesan Mulyani kemudian.

Sebanyak 2.999 orang mahasiswa itu akan disebar ke 86 desa dari total 43 kecamatan di DIJ dan Jawa Tengah. Jumlah mahasiswa yang diterjunkan pada periode kali ini merupakan yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Rektor UMY Bidang Akademik, Dr Sukamta ST MT IPM mengatakan, mahasiswa yang akan mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan KKN harus bisa mengetahui kondisi masyarakat. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti cara berkomunikasi dengan baik, mengaplikasikan ilmu sesuai bidang masing-masing, profesional, serta mengerti dengan keadaan masyarakat,” tandasnya.

Program kerja yang telah disusun, imbuh Sukamta, harus dilakukan secara optimal. “Apa pun yang menjadi kegiatan KKN harus dilakukan penuh keikhlasan, serta yang paling penting menjaga nama baik UMY selama berbaur dengan masyarakat,” ujarnya.

Kepala LP3M (Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat) UMY, Dr Ir Gatot Supangkat MP menuturkan, mahasiswa KKN akan ditempatkan di sembilan kabupaten/kota di DIJ dan Jawa Tengah seperti Bantul, Sleman, Kulonprogo, kota Jogjakarta, Gunung Kidul, Klaten, Magelang, Purworejo, dan Boyolali.

“Mahasiwa yang akan menjalani KKN sebelumnya telah diberi pembekalan secara filosofis maupun konseptual. Secara tidak langsung mahasiswa sedang melakukan pengembangan individu, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan institusi,” tutur Gatot lebih jauh.

Lurah Desa Dlingo Bantul DIJ, Bahrun Wardoyo mengaku, bangga dengan kehadiran mahasiswa KKN. “UMY pun telah menjadi mitra selama lima tahun untuk pengembangan desa kami. Kepada para mahasiswa,
jadikanlah KKN sebagai tempat terbaik untuk berkontribusi kepada bangsa.” (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan