Kominfo ‘Racuni’ Anak Muda Hadapi Industri 4.0

Industri 4.0: Henry Subiakto (tengah kiri) dan Sukamta (tengah kanan) berbicara di hadapan anak-anak muda peserta diskusi publik 'Tantangan Era Industri 4.0, di Jogjakarta, Kamis (25/10).

Industri 4.0: Henry Subiakto (tengah kiri) dan Sukamta (tengah kanan) berbicara di hadapan anak-anak muda peserta diskusi publik ‘Tantangan Era Industri 4.0, di Jogjakarta, Kamis (25/10).

JOGJA – Revolusi Industri 4.0 sebuah keniscayaan. Di era digital itu anak muda harus ambil peran. BAKTI Kominfo pun mengajak anak muda jangan hanya puas menjadi penonton. Masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Fakta menunjukkan anak-anak mudalah yang menjadi pionir hingga mereka menjadi pengusaha besar di era digital saat ini.

“Teknologi digital, smartphone, tak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan kita sekarang ini. Dipastikan akan mengubah bisnis maupun perekonomian, dan kita harus mengantisipasinya jika tak ingin ketinggalan dan hanya menjadi penonton,” ujar Staf Ahli Menkominfo, Prof Dr Henry Subiakto, di sela diskusi publik Tantangan Era Industri 4.0, di Jogjakarta, Kamis (25/10).

Henry yang juga Guru Besar Unair itu pun mengemukakan, pada 2013 transaksi e-commerce mencapai Rp 75 triliun. Meningkat pada 2016 menjadi Rp 380 triliun. Pada 2020 diprediksi transaksi digital akan tembus Rp 1.000 triliun. “Sangat disayangkan jika anak muda tidak ambil bagian di dalamnya. Mereka harus disiapkan,” tegasnya.

Hampir semua peserta dalam diskusi publik itu anak-anak muda, memang. BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kominfo sengaja mengundang anak-anak muda itu sekaligus ingin membuka mata mereka agar menggunakan internet maupun gawai yang mereka miliki untuk hal-hal yang lebih positif.

“Semua masalah di sekitar kita bisa menjadi peluang. Kolaborasi, sharing, kerjasama, gotong-royong, dan menemukan celah bisnis yang tak ada batasnya, menjadi kunci sukses di era digital ini. Yang penting niat, semangat, berani, dan kreatif,” papar Henry kemudian.

Sebagai salah seorang narasumber, anggota Komisi I DPR, H Sukamta PhD menyatakan, ada perubahan besar di dunia pada era digital sekarang ini. Dan perubahan itu motor penggeraknya anak-anak muda. “Potensi mereka sangat besar. Perlu diskusi dengan mereka. Kami ingin mengatakan kepada anak-anak muda itu, gunakan internet untuk hal-hal yang lebih produktif,” katanya.

Karena itu, kita semua terutama pemerintah perlu memberikan ruang kepada anak-anak muda itu. “Jika itu terwujud, saya meyakini dampaknya akan sangat luar biasa. Bahkan akan membentuk Indonesia ke depan. Untuk itu, pemerintah perlu cekat-ceket memberi ruang. Paling tidak, menerbitkan aturan yang lebih jelas dan pasti guna menyongsong era digital ini,” tutur Sukamta panjang lebar.

Langkah anak-anak muda itu jauh lebih cepat. “Justru pemerintah saat ini terlihat belum eksis di dunia digital saat ini. Semuanya seperti dibiarkan jalan sendiri-sendiri. Bahkan harus diakui secara jujur kita sekarang ini pun belum memiliki road map maupun grand design menyangkut dunia digital,” tandas Sukamta. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan