Kuliner Pahami Budaya Dunia

asing umy

JOGJA – Sebagai upaya menjadi International Reputable University, UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) terus menggelar agenda berskala internasional. Salah satunya, ICCF (International Cultural and Culinary Festival), di kampus setempat, 17-19 Maret 2019.

“Sejak 2015 acara ini rutin digelar setiap tahun sebagai wadah bagi mahasiswa asing bertukar budaya sekaligus memahami budaya-budaya yang ada di muka bumi,” tutur Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, saat membuka acara tersebut.

Tak hanya itu, ICCF pun digelar untuk lebih memperkenalkan UMY dan Indonesia kepada dunia, serta meningkatkan kerjasama UMY dengan dunia internasional. “Sesuai tema tahun ini Discover the World through UMY, kita semua dapat mengenal berbagai budaya, dari kesenian hingga makanan asal 30 negara,” ujar Gunawan.

Rektor juga mengaku bangga ICCF dapat terselenggara lagi untuk kali kelima tahun ini. “Untuk meningkatkan kerjasama UMY dengan dunia Internasional, akan ada banyak agenda internasional setiap tahunnya dan akan terus ditingkatkan,” tandas Gunawan.

Kepala Kantor Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional UMY, Eko Priyo Purnomo MSi MRes PhD mengungkapkan, ada 30 negara yang berpartisipasi dalam ICCF tahun ini. Mereka menyuguhkan budaya dari negaranya masing-masing dalam bentuk masakan hingga pertunjukan.

Alhamdulillah kepesertaan tahun ini meningkat dari tahun kemarin. Selain menyantap dan bertukar rasa melalui kuliner, mereka juga akan kami ajak keliling Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian UMY untuk lebih memperkenalkan Indonesia,” jelas Eko.

Pengunjung pun dapat menikmati makanan khas dari tiap negara. Antara lain Amerika Serikat, Botswana, Gambia, Ghana, Hungaria, Italia, Jepang, Kolumbia, Malaysia, Meksiko, Mesir, Nigeria, Pakistan, Palestina, Philippina, Rwanda, Spanyol, Sudan, Suriname, Taiwan, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Tiongkok, Turki, Turkmenistan, Ukraina, Vietnam, Yaman, dan Indonesia.

“Melalui makanan dan kuliner, sebanyak 3.000 orang peserta yang hadir diharapkan dapat merasakan dan memahami perbedaan budaya dari tiap negara. Sekaligus membuka jendela budaya internasional para pengunjung,” papar Eko sembari berharap, pelaksanaan ICCF tahun depan bisa lebih meriah dan lebih banyak diikuti partisipan dari berbagai negara. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan