Kursus Kader Perempuan PDIP DIY

JOGJA (jurnaljogja.com) – Ketua Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Badiklatda) PDIP DIY Bayu Sela Adji  mengakui, hingga kini budaya patriarki masih berkembang di tengah masyarakat. Sehingga laki-laki posisinya lebih superior dibanding perempuan.
“Ini berakibat perempuan selalu terbebani dengan peran domestiknya,  disebabkan adanya relasi kuasa dalam rumah tangga,” katanya  dalam kursus kader  perempuan PDIP DIJ  di Kantor DPD PDIP setempat, Selasa (14/6).
Sekretaris DPD PDIP DIY Yuni Satia Rahayu mengatakan,  kursus ini dimaksudkan untuk membekali kader-kader perempuan untuk siap terjun berkiprah di dunia politik yang selama ini didominasi laki-laki.  Dengan demikian diharapkan  kader perempuan dapat memberi pendampingan terhadap kaumnya jika terjadi kasus-kasus KDRT, kekerasan seksual dan lain-lain.  Kursus ini juga untuk mempersiapkan kader PDIP maju dalam Pileg 2019 nanti. “Tidak ada alasan lagi PDIP kekurangan kader perempuan,” katanya.
Menurut Bayu, patriarki membentuk konsep diri kolektif yang tanpa disadari memberi akses lebih besar pada laki-laki dibanding perempuan dalam bidang kehidupan sosial, ekonomi dan politik.
Kondisi perempuan Indonesia yang masih terbelenggu budaya patriarki ini diceritakan Bung Karno dalam buku berjudul ‘Sarinah’.
Menurut Bayu, buku ini ingin menggugah kesadaran ideologis perempuan Indonesia agar terlibat dalam membongkar budaya patriarki yang mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia. Buku ini diakui menginspirasi munculnya gerakan perempuan progresif yang terlibat dalam proses politik. Untuk memperjuangkan kesetaraan atas hak perempuan dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan nasional.
Sementara  itu Badiklat DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menceritakan, dalam buku Sarinah, Bung Karno menjelaskan kesalahan persepsi kaum laki-laki dalam memuliakan derajat perempuan. Maksud hati ingin melindungi kaum perempuan, namun justru mengungkung perempuan itu sendiri. “Cara menghormati kaum perempuan dengan memingit, justru menghilangkan kebebasan perempuan Indonesia.” (bam)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan