Labuhan Ndalem Keraton Jogja di Laut Kidul

BANTUL (jurnaljogja) – Ribuan orang mengikuti  Labuhan Ndalem Keraton Jogjakarta di Pantai Parangkusumo dan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Minggu (8/5). Mereka berebut sesaji labuhan. Ada pula wisatawan mancanegara.
Labuhan kali ini untuk memperingati Jumenengan Ndalem Sri Sultan Hamengku Buwono X yang naik tahta pada Selasa Wage 29 Rejeb 1921 Wawu atau bertepatan dengan 7 Maret 1989, sekaligus peringatan ultah  Ngarsa Dalem ke-70. Prosesi diawali dari Keraton Jogjakarta pada pagi hari. Rombongan pembawa sesaji menuju Pendopo Kecamatan Kretek, Bantul dengan menggunakan kendaraan roda empat, diiringi para abdi dalem.
Sesampainya di Pendopo Kretek, utusan  Sultan HB X, KRT Wardo Jayeng Bragalaba menyerahkan benda-benda atau uba rampe yang akan dilarung kepada para abdi dalem yang bertugas di Cempuri Cemeti atau Pantai Selatan. Uba rampe labuhan berupa barang-barang tinggalan Dalem (Sultan HB X) terdiri dari baju, kain,serta potongan rambut dan kuku Ngarsa Dalem dibawa menuju Cepuri Parangkusumo untuk diserahkan ke Juru Kunci Parangkusumo,  Surakso Jaladri.
Selanjutnya, uba rampe dibawa menuju ke pantai  untuk dilabuh. Namun sebelum dilarung, Saat  itu para pengunjung mulai berebut  uba rampe yang dibawa arus laut kembali ke pantai.  Juru kunci Surakso mengatakan, kegiatan labuhan atau yang dikenal dengan Labuhan Ndalem Keraton Jogjakarta ini sudah berlangsung selama berabad-abad. Sejak berdirinya Kerajaan Mataram, labuhan  merupakan sebagai bentuk penghormatan dan persembahan sang Raja  kepada leluhur agar dijauhkan dari segala macam marabahaya. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan