Langkah Sederhana Ini Bisa Mengubah Segalanya

Simulator: (kiri-kanan) Andrie Pasca Hendradewa, Muhammad Ragil Suryoputro, Atyanti Dyah Prabaswari di ruang Driving Simulator, di Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi FTI UII.

Simulator: (kiri-kanan) Andrie Pasca Hendradewa, Muhammad Ragil Suryoputro, Atyanti Dyah Prabaswari di ruang Driving Simulator, di Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi FTI UII.

JOGJA – Ada banyak faktor yang mampu mempengaruhi produktivitas, kenyamanan, hingga keamanan kerja. Melalui intervensi riset ergonomi, melalui langkah sederhana sekalipun, segala sesuatu yang semula tak diperhitungkan justru bisa membawa dampak positif luar biasa.

“Ergonomi pada dasarnya merupakan studi tentang manusia. Menyangkut fisik, kognitif, maupun mental,” ujar dosen program studi Teknik Industri, FTI UII, Andrie Pasca Hendradewa ST MT, di kampus setempat, Jalan kaliurang Km 14,5 Jogjakarta, Jumat (25/1).

Dengan pengertian seperti itu riset ergonomi bisa diterapkan di semua bidang. Menyangkut konstruksi, transportasi, pertahanan dan keamanan, bahkan pariwisata. Ada pula kajian ergonomi untuk lansia maupun gender.

Dosen Teknik Industri lainnya, Muhammad Ragil Suryoputro ST MSc, memberikan beberapa contoh kecil yang bisa dilakukan berdasarkan riset ergonomi yang kemudian mampu mengubah banyak hal. “Misalnya saja, hanya dengan menambah sandaran pada bangku pembatik, maka itu akan semakin membuat nyaman pembatik sehingga produktivitas mereka meningkat,” paparnya.

Contoh lain, pada mesin molen semen. Dengan menyejajarkan mulut molen dengan bahu pekerja, akan membawa pengaruh cukup signifikan. “Karena tidak harus mengangkat bahu terlalu tinggi saat memasukkan adonan semen, maka pekerja tidak akan cepat lelah sehingga bekerja pun bisa lebih nyaman,” tutur Ragil.

Riset ergonomi pada transportasi, timpal Andrie, bisa menghitung seberapa bahaya jika kantuk menyerang seorang pengemudi. “Dan berdasarkan perhitungan itu bisa dilakukan rekayasa pada dashboard kendaraan, misalnya, untuk sesegera mungkin menyadarkan pengemudi dari kantuk,” katanya.

Begitu pentingnya riset ergonomi hingga program studi Teknik Industri FTI UII menggelar workshop Collaborative Ergonomics Research for Competitive Advantage, di Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi UII, Kamis (24/1).

“Semula kami hanya mengundang anggota Perhimpunan Ergonomi Indonesia wilayah Jateng dan DIY, namun ternyata mengundang antusiasme cukup tinggi sehingga hadir pula peserta asal Jakarta dan Bali,” ujar ketua panitia workshop, Atyanti Dyah Prabaswari ST MSc.

Riset kolaborasi itu menargetkan hasil awal berupa road map penelitian dan proposal penelitian. “Berdasarkan road map tersebut diharapkan dapat dihasilkan riset ergonomi yang tak hanya terpublikasi dalam jurnal tapi juga teraplikasikan untuk kemaslahatan umat,” tegas Atyanti. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan